Buka CES 2026, LG Paparkan Pendekatan AI In Action
Tim SINDOmakassar
Rabu, 07 Januari 2026 - 12:49 WIB
CEO LG Electronics, Lyu Jae-cheol saat melakukan pemaparan di ajang World Premiere, Las Vegas. Foto: Istimewa
LG Electronics (LG) resmi memaparkan pendekatan terbarunya terhadap “AI in Action” dalam acara LG World Premiere, ajang tahunan pra-CES yang digelar di Las Vegas.
Mengusung tema “Innovation in Tune with You”, LG menyoroti tiga pilar utama strateginya: Affectionate Intelligence yang berevolusi menjadi AI berorientasi aksi, produk unggulan berbasis keunggulan teknologi inti, serta ekosistem yang terhubung secara mulus melampaui rumah hingga kendaraan dan ruang komersial. Seluruhnya dirancang untuk memberikan nilai nyata bagi kehidupan sehari-hari pelanggan.
Sebagai tradisi tahunan menjelang CES, LG World Premiere menjadi panggung bagi LG untuk mengumumkan visi jangka panjang sekaligus memperkenalkan inovasi terdepan. Acara ini menegaskan kembali komitmen LG terhadap inovasi berpusat pada pengguna yang benar-benar membuat hidup lebih baik
AI in Action: Babak Baru Affectionate Intelligence
Konsep Affectionate Intelligence pertama kali diperkenalkan LG dua tahun lalu. Tahun ini, LG mendemonstrasikan evolusi konsep tersebut menjadi AI in Action – kecerdasan buatan yang melampaui percakapan, mampu mengorkestrasi perangkat, ruang, dan layanan secara aktif untuk menciptakan pengalaman hidup yang lebih nyaman, efisien, dan intuitif.
Acara dibuka oleh CEO Lyu Jae-cheol yang mengajukan pertanyaan kepada audiens: “Bagaimana jika AI dapat keluar dari layar dan mulai bekerja untuk kita di kehidupan nyata?” Lyu menjelaskan bahwa pendekatan LG terhadap AI in Action dibangun di atas tiga pilar, yaitu: keunggulan perangkat berbasis teknologi inti, ekosistem yang terhubung secara mulus, serta ekspansi solusi AI melampaui rumah.
Ketiga pilar tersebut menjadi strategi utama perusahaan dalam mencapai visi besar pada inovasi perangkat rumah tanganya yaitu Zero Labor Home. Ini merujuk pada konsep masa depan perangkat cerdas menjadi agent appliances yang bekerja menggantikan penggunanya yang beroperasi sebagai satu sistem AI untuk mengelola tugas harian. Dengan begitu, pengguna dapat mengalokasikan waktu berharganya untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermakna dan menciptakan hidup yang lebih baik.
Mengusung tema “Innovation in Tune with You”, LG menyoroti tiga pilar utama strateginya: Affectionate Intelligence yang berevolusi menjadi AI berorientasi aksi, produk unggulan berbasis keunggulan teknologi inti, serta ekosistem yang terhubung secara mulus melampaui rumah hingga kendaraan dan ruang komersial. Seluruhnya dirancang untuk memberikan nilai nyata bagi kehidupan sehari-hari pelanggan.
Sebagai tradisi tahunan menjelang CES, LG World Premiere menjadi panggung bagi LG untuk mengumumkan visi jangka panjang sekaligus memperkenalkan inovasi terdepan. Acara ini menegaskan kembali komitmen LG terhadap inovasi berpusat pada pengguna yang benar-benar membuat hidup lebih baik
AI in Action: Babak Baru Affectionate Intelligence
Konsep Affectionate Intelligence pertama kali diperkenalkan LG dua tahun lalu. Tahun ini, LG mendemonstrasikan evolusi konsep tersebut menjadi AI in Action – kecerdasan buatan yang melampaui percakapan, mampu mengorkestrasi perangkat, ruang, dan layanan secara aktif untuk menciptakan pengalaman hidup yang lebih nyaman, efisien, dan intuitif.
Acara dibuka oleh CEO Lyu Jae-cheol yang mengajukan pertanyaan kepada audiens: “Bagaimana jika AI dapat keluar dari layar dan mulai bekerja untuk kita di kehidupan nyata?” Lyu menjelaskan bahwa pendekatan LG terhadap AI in Action dibangun di atas tiga pilar, yaitu: keunggulan perangkat berbasis teknologi inti, ekosistem yang terhubung secara mulus, serta ekspansi solusi AI melampaui rumah.
Ketiga pilar tersebut menjadi strategi utama perusahaan dalam mencapai visi besar pada inovasi perangkat rumah tanganya yaitu Zero Labor Home. Ini merujuk pada konsep masa depan perangkat cerdas menjadi agent appliances yang bekerja menggantikan penggunanya yang beroperasi sebagai satu sistem AI untuk mengelola tugas harian. Dengan begitu, pengguna dapat mengalokasikan waktu berharganya untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermakna dan menciptakan hidup yang lebih baik.