home ekbis

OJK Sulselbar Dorong Literasi Keuangan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

Jum'at, 06 Maret 2026 - 11:36 WIB
Dalam rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (Gerak Syariah), OJK Provinsi Sulselbar melaksanakan kegiatan Edukasi Keuangan bagi penyandang disabilitas. Foto: Istimewa
Dalam rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (Gerak Syariah), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Edukasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas pada Rabu (4/3) di SLB-A Yayasan YPKCNI Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dari SLB tuna grahita, panti cacat netra, dan pengurus Yayasan YPKCNI Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme sebagai wujud komitmen menghadirkan literasi keuangan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Setiap individu berhak memiliki kesempatan yang sama untuk memahami dan mengelola keuangannya dengan baik. Melalui kegiatan ini, OJK ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas juga mendapatkan akses pengetahuan keuangan yang memadai sehingga dapat lebih mandiri dan percaya diri dalam merencanakan keuangan,” kata dia.

Selanjutnya, OJK Sulsel Sulbar juga menyerahkan santunan kepada para pelajar, penyandang disabilitas kurang mampu, serta kepada pihak yayasan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan bagi penyandang disabilitas.

Dalam sesi edukasi, peserta diberikan materi pengenalan mengenai peran dan fungsi OJK serta pentingnya menabung. Penyampaian materi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai lembaga yang mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini, serta meningkatkan pemahaman para penyandang disabilitas agar lebih percaya diri dalam mengakses layanan keuangan formal.

Metode penyampaian edukasi dibuat lebih atraktif, sederhana, dan mudah dipahami peserta sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan lebih mudah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya