Masuki Masa Peralihan Musim, PLN UID Sulselrabar Imbau Waspada Bahaya Listrik
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 06 Maret 2026 - 15:16 WIB
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN melaksanakan pemeliharaan jaringan tanpa padam di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sebagai upaya menjaga keandalan dan kontinuitas pasokan listrik.
Pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi bahaya listrik apabila terjadi banjir atau genangan air.
Menurut informasi dari BMKG, puncak musim hujan di Sulawesi Selatan telah berlalu dan saat ini memasuki fase peralihan menuju musim kemarau, pada fase ini terdapat beberapa ciri khas cuaca berupa hujan yang seringkali turun secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat walaupun dalam durasi yang tidak lama.
Genangan air yang masuk ke dalam rumah menimbulkan risiko bahaya listrik jika instalasi listrik terendam. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menekankan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN, terutama selama cuaca peralihan yang masih berpotensi menyebabkan banjir atau genangan air.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN. Kami mengimbau pelanggan untuk segera mematikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter apabila rumah mulai tergenang air guna menghindari risiko sengatan listrik,” ujar Edyansyah.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyentuh peralatan dan instalasi listrik yang terendam air dan segera menghubungi PLN jika menemukan potensi bahaya listrik.
“Jika masyarakat menemukan bahaya listrik, dapat melapor melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar segera ditangani,” sebut Edyansyah.
Menurut informasi dari BMKG, puncak musim hujan di Sulawesi Selatan telah berlalu dan saat ini memasuki fase peralihan menuju musim kemarau, pada fase ini terdapat beberapa ciri khas cuaca berupa hujan yang seringkali turun secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat walaupun dalam durasi yang tidak lama.
Genangan air yang masuk ke dalam rumah menimbulkan risiko bahaya listrik jika instalasi listrik terendam. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menekankan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN, terutama selama cuaca peralihan yang masih berpotensi menyebabkan banjir atau genangan air.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN. Kami mengimbau pelanggan untuk segera mematikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter apabila rumah mulai tergenang air guna menghindari risiko sengatan listrik,” ujar Edyansyah.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyentuh peralatan dan instalasi listrik yang terendam air dan segera menghubungi PLN jika menemukan potensi bahaya listrik.
“Jika masyarakat menemukan bahaya listrik, dapat melapor melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar segera ditangani,” sebut Edyansyah.