Ramadan - Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp2,3 Triliun di Wilayah Sulawesi & Maluku
Tim SINDOmakassar
Selasa, 17 Maret 2026 - 15:29 WIB
Di wilayah Region X Sulawesi dan Maluku, Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,3 triliun guna memenuhi kebutuhan pengisian mesin ATM dan CRM. Foto/Istimewa
Menyambut meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Mandiri menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran transaksi masyarakat. Di wilayah Region X Sulawesi dan Maluku, perseroan menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,3 triliun guna memenuhi kebutuhan pengisian mesin ATM dan CRM selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 5 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,2 triliun. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat selama bulan Ramadan, terutama menjelang puncak arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Secara nasional, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas uang tunai hingga Rp44 triliun pada periode yang sama. Angka tersebut juga meningkat sekitar 5 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp41,9 triliun. Ketersediaan dana tunai ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga stabilitas transaksi sekaligus mendorong perputaran ekonomi domestik selama momentum Ramadan dan Lebaran.
Regional CEO Region X Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri, Nunung Andreas Wisnu P, mengatakan kesiapan likuiditas tersebut disusun melalui perencanaan yang matang berbasis proyeksi transaksi nasional serta didukung penguatan infrastruktur distribusi dan teknologi.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Nunung dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, secara nasional kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan berkisar antara Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi perbankan serta tren pertumbuhan ekonomi domestik yang biasanya meningkat signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Selain memastikan ketersediaan uang tunai, Bank Mandiri juga berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Program ini memberikan layanan penukaran uang rupiah baru dan layak edar bagi masyarakat melalui pemesanan digital di aplikasi PINTAR BI, kas keliling, serta titik penukaran bersama perbankan di berbagai wilayah.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 5 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,2 triliun. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat selama bulan Ramadan, terutama menjelang puncak arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Secara nasional, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas uang tunai hingga Rp44 triliun pada periode yang sama. Angka tersebut juga meningkat sekitar 5 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp41,9 triliun. Ketersediaan dana tunai ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga stabilitas transaksi sekaligus mendorong perputaran ekonomi domestik selama momentum Ramadan dan Lebaran.
Regional CEO Region X Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri, Nunung Andreas Wisnu P, mengatakan kesiapan likuiditas tersebut disusun melalui perencanaan yang matang berbasis proyeksi transaksi nasional serta didukung penguatan infrastruktur distribusi dan teknologi.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Nunung dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, secara nasional kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan berkisar antara Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi perbankan serta tren pertumbuhan ekonomi domestik yang biasanya meningkat signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Selain memastikan ketersediaan uang tunai, Bank Mandiri juga berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Program ini memberikan layanan penukaran uang rupiah baru dan layak edar bagi masyarakat melalui pemesanan digital di aplikasi PINTAR BI, kas keliling, serta titik penukaran bersama perbankan di berbagai wilayah.