Didukung Sophee, Dainichi Kuasai Pasar Gula Aren di Indonesia Timur
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 09 April 2026 - 17:29 WIB
Dainichi kini menjadi pemasok utama gula aren, baik cair maupun bubuk untuk sejumlah warung kopi maupun kafe di Makassar, bahkan Indonesia Timur. Foto/Tri Yari Kurniawan
Tren penggunaan gula aren di Indonesia terus meningkat. Didorong pergeseran gaya hidup sehat dengan menggunakan bahan alami.
Nah, salah satu minuman paling populer saat ini adalah kopi gula aren. Hampir semua warung kopi maupun kafe di tanah air menyediakan menu tersebut.
UMKM Dainichi memanfaatkan peluang tersebut dengan menghadirkan ragam produk gula aren. Perlahan tapi pasti, Dainichi berhasil menguasai pasar gula aren di Kota Makassar, bahkan di Indonesia Timur.
Dainichi kini menjadi pemasok utama gula aren, baik cair maupun bubuk untuk sejumlah warung kopi maupun kafe. Produk Dainichi juga tersedia di sejumlah toko retail.
Founder Dainichi, M Ridwan alias Wawan, menceritakan perjuangan UMKM gula aren yang dirintisnya sejak 2019. Ide awal bermula saat pulang kampung ke Kabupaten Bone, dimana ia melihat banyak gula merah milik petani yang rusak dan tidak terjual.
Peluang bisnis itu lantas diambilnya. Ia berhenti dari pekerjaan sebagai pengawas proyek jasa kontraktor. Mulanya, ia sebatas memasok gula aren untuk kafe boba yang sedang tren di awal 2000an.
Brand awal gula aren miliknya kala itu bernama Arenesia. Berjalan dua tahun, ternyata ada masalah hak cipta, yang membuatnya mengubah label menjadi Dainichi. Nama itu ternyata membawa berkah, penjualannya terus naik.
Nah, salah satu minuman paling populer saat ini adalah kopi gula aren. Hampir semua warung kopi maupun kafe di tanah air menyediakan menu tersebut.
UMKM Dainichi memanfaatkan peluang tersebut dengan menghadirkan ragam produk gula aren. Perlahan tapi pasti, Dainichi berhasil menguasai pasar gula aren di Kota Makassar, bahkan di Indonesia Timur.
Dainichi kini menjadi pemasok utama gula aren, baik cair maupun bubuk untuk sejumlah warung kopi maupun kafe. Produk Dainichi juga tersedia di sejumlah toko retail.
Founder Dainichi, M Ridwan alias Wawan, menceritakan perjuangan UMKM gula aren yang dirintisnya sejak 2019. Ide awal bermula saat pulang kampung ke Kabupaten Bone, dimana ia melihat banyak gula merah milik petani yang rusak dan tidak terjual.
Peluang bisnis itu lantas diambilnya. Ia berhenti dari pekerjaan sebagai pengawas proyek jasa kontraktor. Mulanya, ia sebatas memasok gula aren untuk kafe boba yang sedang tren di awal 2000an.
Brand awal gula aren miliknya kala itu bernama Arenesia. Berjalan dua tahun, ternyata ada masalah hak cipta, yang membuatnya mengubah label menjadi Dainichi. Nama itu ternyata membawa berkah, penjualannya terus naik.