home ekbis

LAZ Hadji Kalla Bantu Masyarakat Buton Buididaya Kerang Mutiara hingga Panen Berhasil

Minggu, 19 April 2026 - 18:48 WIB
Aktivitas budidaya kerang mutiara oleh petani binaan LAZ Hadji Kalla di Desa Kamama Mekar, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah. Mereka telah berhasil melakukan panen.
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui program budidaya kerang mutiara di Desa Kamama Mekar, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Kabar menggembirakan datang dari kelompok petani binaan yang baru saja menuntaskan seluruh proses panen siklus pertama dan kini telah melanjutkan usaha ke tahap penyuntikan implan siklus kedua secara mandiri mulai April 2026.

Panen keseluruhan yang baru saja rampung tersebut turut dihadiri oleh Bupati Buton Tengah, Dr Azhari bersama kelompok petani kerang Desa Kamama Mekar.

Field Fasilitator LAZ Hadji Kalla di Desa Kamama Mekar, Andi Aria, menjelaskan bahwa total budidaya pada siklus pertama mencapai 3.000 ekor kerang mutiara jenis mabe (setengah bulat). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.683 ekor berhasil dipanen, terdiri atas 500 ekor Grade A dengan harga jual Rp15.000 per ekor dan 1.100 ekor Grade B dengan harga jual Rp10.000 per ekor. Sementara itu, 83 ekor mati akibat serangan ikan pari dan kondisi bibit yang telah terlalu tua.

Hasil panen tahap pertama menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp18.500.000. Adapun secara keseluruhan, total pendapatan kotor dari panen yang telah selesai mencapai Rp42.175.000.

Setelah dikurangi modal bantuan awal program sebesar Rp25.000.000, kelompok masyarakat berhasil memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp17.175.000. Capaian ini menjadi tonggak penting keberhasilan program pemberdayaan, karena masyarakat kini telah mampu melanjutkan usaha tanpa ketergantungan pada bantuan eksternal.

“Alhamdulillah, panen siklus pertama sudah selesai seluruhnya. Saat ini masyarakat sudah masuk tahap penyuntikan implan siklus kedua sebanyak 4.500 ekor, dan seluruh prosesnya dilakukan secara mandiri menggunakan modal dari hasil keuntungan panen sebelumnya dari LAZ Hadji Kalla,” ujar Aria.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya