Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja, Pelindo 4 Gelar Pelatihan & Sertifikasi Ahli K3 Umum
Tim SINDOmakassar
Senin, 27 April 2026 - 15:46 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Jayadi Nas dalam sambutannya saat pembukaan In House Training dan Sertifikasi Ahli K3 Umum, Senin (27/4/2026).
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 kembali memperkuat budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan In House Training dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, yang digelar di Kantor Pelindo Regional 4 selama kurang lebih dua minggu, mulai 27 April hingga 12 Mei 2026.
Kegiatan ini melibatkan 13 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja Regional 4 dan cabang, antara lain Bitung, Jayapura, Samarinda, Fakfak, Biak, dan Tolitoli, dengan tujuan memastikan tersedianya tenaga Ahli K3 Umum yang kompeten dan tersertifikasi secara resmi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, menegaskan bahwa keberadaan tenaga Ahli K3 Umum di lingkungan kerja memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan masing-masing,” ujar Jayadi Nas dalam sambutannya saat pembukaan In House Training dan Sertifikasi Ahli K3 Umum, Senin (27/4/2026).
Dia menambahkan bahwa penerapan K3 secara konsisten menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat implementasi sistem manajemen keselamatan kerja di seluruh wilayah operasional.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor kepelabuhanan dengan tingkat risiko yang tinggi, Pelindo Regional 4 memandang keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap unit kerja memiliki personel yang memahami identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko secara tepat,” jelas Rinto.
Kegiatan ini melibatkan 13 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja Regional 4 dan cabang, antara lain Bitung, Jayapura, Samarinda, Fakfak, Biak, dan Tolitoli, dengan tujuan memastikan tersedianya tenaga Ahli K3 Umum yang kompeten dan tersertifikasi secara resmi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, menegaskan bahwa keberadaan tenaga Ahli K3 Umum di lingkungan kerja memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan masing-masing,” ujar Jayadi Nas dalam sambutannya saat pembukaan In House Training dan Sertifikasi Ahli K3 Umum, Senin (27/4/2026).
Dia menambahkan bahwa penerapan K3 secara konsisten menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat implementasi sistem manajemen keselamatan kerja di seluruh wilayah operasional.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor kepelabuhanan dengan tingkat risiko yang tinggi, Pelindo Regional 4 memandang keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap unit kerja memiliki personel yang memahami identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko secara tepat,” jelas Rinto.