home ekbis

Dukung Infrastruktur IKN, Kalla Beton Kirim 6.000 Lebih Precast U-Ditch

Rabu, 29 April 2026 - 22:24 WIB
Suplai Precast U-Ditch Kalla Beton untuk Paket Pembangunan Embung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B di Ibu Kota Nusantara (IKN), beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
Peran Kalla Beton dalam pembangunan infrastruktur nasional kembali mendapat pengakuan. Perusahaan ini dipercaya memasok material beton pracetak untuk proyek Embung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepercayaan tersebut diwujudkan melalui kontrak pengadaan sebanyak 6.057 unit Precast U-Ditch dengan nilai sekitar Rp4 miliar. Capaian ini sekaligus menegaskan kualitas produk serta kemampuan Kalla Beton dalam memenuhi kebutuhan proyek berskala besar.

Produk Precast U-Ditch yang disuplai dirancang sesuai standar teknis proyek, dengan fokus pada kekuatan, presisi, dan kemudahan instalasi di lapangan. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi.

Keterlibatan dalam proyek ini juga semakin mengukuhkan posisi Kalla Beton sebagai mitra strategis di industri konstruksi, khususnya dalam penyediaan solusi beton pracetak yang andal dan berkelanjutan.

Partisipasi di IKN menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Embung KIPP 1B sendiri memiliki peran penting dalam pengendalian banjir, pengelolaan sumber daya air, serta penyediaan cadangan air baku bagi kawasan pemerintahan dan sekitarnya.

"Kepercayaan yang diberikan kepada Kalla Beton dalam proyek Embung KIPP 1B ini merupakan bentuk pengakuan atas kualitas dan kredibilitas perusahaan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk terbaik dengan standar mutu tinggi guna mendukung keberhasilan proyek pembangunan di IKN," kata Ashar Rahman, Non Ready Mix General Manager Kalla Beton.

Senada dengan itu, Precast Manager Kalla Beton, Muhammad Syafaruddin, menegaskan kesiapan tim dalam menjaga mutu produk sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan standar kualitas yang ketat, pengawasan produksi berkelanjutan, serta penguatan sistem logistik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya