home ekbis

Direktur Keuangan PT Semen Tonasa Jadi Pembicara pada ICOFR Series

Jum'at, 01 Mei 2026 - 10:37 WIB
PT Semen Tonasa berpartisipasi dalam kegiatan ICOFR Series yang digelar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sulawesi Selatan bersama PT Arsya Yasa Indonesia. Foto/Istimewa
Upaya memperkuat tata kelola perusahaan terus dilakukan PT Semen Tonasa, salah satunya melalui keikutsertaan dalam forum profesional yang membahas pengendalian laporan keuangan.

Komitmen tersebut tercermin dalam partisipasi aktif perusahaan pada kegiatan ICOFR Series yang digelar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sulawesi Selatan bersama PT Arsya Yasa Indonesia, Rabu (29/4/2026), di Hotel Grand Asia Makassar.

Mengusung tema “Dari Risiko Laporan Keuangan ke Solusi Pengendalian Efektif”, kegiatan ini menghadirkan Direktur Keuangan PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, sebagai pembicara. Ia membagikan wawasan terkait pentingnya penerapan Internal Control over Financial Reporting (ICOFR) dalam mendukung keandalan laporan keuangan perusahaan.

Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari BUMN, BUMD, SKPD, sektor perbankan, hingga kalangan akademisi. Tingginya antusiasme menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya sistem pengendalian internal yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko pelaporan keuangan.

Dalam pemaparannya, Sulaiha Muhyiddin menegaskan bahwa pengelolaan risiko laporan keuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab unit keuangan, tetapi memerlukan sinergi seluruh lini organisasi. “Pengendalian internal yang efektif merupakan fondasi utama dalam menciptakan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi ICOFR membantu perusahaan dalam mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta memastikan setiap proses bisnis berjalan sesuai dengan prinsip good corporate governance.

Sulaiha juga memaparkan tiga poin penting dalam penerapan ICOFR di PT Semen Tonasa. Pertama, komitmen dan pengawasan manajemen puncak sebagai kunci agar implementasi berjalan konsisten dan menjadi prioritas organisasi. Kedua, perancangan scope dan pengendalian yang tepat sasaran melalui penetapan ruang lingkup berbasis materialitas serta pemetaan risiko dan kontrol (risk control matrix). Ketiga, kesiapan organisasi melalui kolaborasi lintas fungsi, kompetensi SDM, dokumentasi yang memadai, serta tindak lanjut perbaikan secara berkelanjutan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya