Muslim Life Fair Makassar 2026 Sukses Digelar, Perkuat Ekonomi Syariah di Indonesia Timur
Tim SINDOmakassar
Kamis, 07 Mei 2026 - 09:02 WIB
Muslim Life Fair Makassar 2026 pada 1-3 Mei lalu dibuka langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Event ini sukses digelar dengan partisipasi 113 tenant. Foto/Istimewa
Muslim Life Fair Makassar 2026 sukses digelar di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Kota Makassar, pada 1–3 Mei 2026. Kegiatan bertema gaya hidup muslim dan ekonomi syariah ini menjadi penyelenggaraan Muslim Life Fair pertama di luar Pulau Jawa sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar halal dan penguatan ekosistem UMKM di kawasan Indonesia timur.
Pembukaan acara pada Jumat, 1 Mei 2026, dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muslim Life Fair bukan sekadar pameran produk muslim, melainkan wadah kolaborasi yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung perkembangan UMKM Sulsel.
Menurut Andi Sudirman, keterlibatan lebih dari 113 tenant dengan komposisi 80 persen berasal dari Sulawesi Selatan dan 20 persen dari Pulau Jawa menunjukkan besarnya potensi ekonomi umat yang dapat terus berkembang melalui kegiatan seperti ini. Ia berharap Muslim Life Fair dapat menjadi agenda rutin di Makassar agar transaksi dan perputaran ekonomi terus meningkat.
Muslim Life Fair Makassar 2026 menargetkan total transaksi mencapai Rp6 miliar dengan jumlah pengunjung sekitar 20.000 orang selama tiga hari pelaksanaan. Sebanyak 113 tenant dan lebih dari 100 brand halal menghadirkan beragam produk dan layanan, mulai dari fesyen muslim, produk kecantikan halal, hingga pendidikan, layanan keuangan syariah, dan lifestyle muslim.
"Kegiatan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) ini berkontribusi dalam mengangkat UMKM melalui aktivitas jual beli di Sulsel. Termasuk menghadirkan pengusaha dari luar daerah sekitar 20 persen dan sisanya pelaku lokal,” ujar Andi Sudirman.
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Kahidir Khalid, mengatakan bahwa dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghadirkan event besar yang selama ini terpusat di Pulau Jawa ke luar Jawa. Karena itu, pelaksanaan Muslim Life Fair di Makassar dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas pasar halal menuju Indonesia timur.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut menyambut positif penyelenggaraan acara tersebut. Ia menyebut Muslim Life Fair sebagai “angin segar” bagi UMKM lokal dan mendorong para pelaku usaha mikro agar naik kelas melalui pelatihan, edukasi, serta ruang promosi yang tersedia selama event berlangsung.
Pembukaan acara pada Jumat, 1 Mei 2026, dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muslim Life Fair bukan sekadar pameran produk muslim, melainkan wadah kolaborasi yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung perkembangan UMKM Sulsel.
Menurut Andi Sudirman, keterlibatan lebih dari 113 tenant dengan komposisi 80 persen berasal dari Sulawesi Selatan dan 20 persen dari Pulau Jawa menunjukkan besarnya potensi ekonomi umat yang dapat terus berkembang melalui kegiatan seperti ini. Ia berharap Muslim Life Fair dapat menjadi agenda rutin di Makassar agar transaksi dan perputaran ekonomi terus meningkat.
Muslim Life Fair Makassar 2026 menargetkan total transaksi mencapai Rp6 miliar dengan jumlah pengunjung sekitar 20.000 orang selama tiga hari pelaksanaan. Sebanyak 113 tenant dan lebih dari 100 brand halal menghadirkan beragam produk dan layanan, mulai dari fesyen muslim, produk kecantikan halal, hingga pendidikan, layanan keuangan syariah, dan lifestyle muslim.
"Kegiatan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) ini berkontribusi dalam mengangkat UMKM melalui aktivitas jual beli di Sulsel. Termasuk menghadirkan pengusaha dari luar daerah sekitar 20 persen dan sisanya pelaku lokal,” ujar Andi Sudirman.
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Kahidir Khalid, mengatakan bahwa dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghadirkan event besar yang selama ini terpusat di Pulau Jawa ke luar Jawa. Karena itu, pelaksanaan Muslim Life Fair di Makassar dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas pasar halal menuju Indonesia timur.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut menyambut positif penyelenggaraan acara tersebut. Ia menyebut Muslim Life Fair sebagai “angin segar” bagi UMKM lokal dan mendorong para pelaku usaha mikro agar naik kelas melalui pelatihan, edukasi, serta ruang promosi yang tersedia selama event berlangsung.