home ekbis

Telkom Bukukan Pendapatan Rp146,7 Triliun, Perkuat Fondasi Bisnis Digital

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:01 WIB
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Dari angka tersebut, perseroan mencatat net income Rp17,8 triliun. Foto/Istimewa
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang tetap solid di tengah tekanan industri telekomunikasi dan dinamika ekonomi global. Perseroan menilai capaian ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui percepatan transformasi perusahaan.

Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Dari angka tersebut, perseroan mencatat net income Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%. Sementara itu, normalized net income mencapai Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin sebesar 15,4%.EBITDA konsolidasi Telkom tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%. Adapun normalized EBITDA mencapai Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.

Kinerja tersebut turut mendorong Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025 yang berasal dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%. Pencapaian ini ditopang konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi transformasi serta kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham melalui payout ratio 89% untuk tahun buku 2024 dan program share buyback hingga Rp3 triliun yang masih berlangsung sampai Mei 2026.

Akselerasi Transformasi TLKM 30

Di tengah tantangan industri telekomunikasi yang terus berkembang, Telkom mempercepat transformasi bisnis melalui strategi TLKM 30. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan fokus utama perusahaan sejak 2025 adalah memperkuat arah transformasi secara lebih terstruktur.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Strategi TLKM 30 dijalankan melalui empat pilar utama. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence yang difokuskan pada penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan disiplin organisasi, efisiensi proses bisnis, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya