Kinerja Solid di Awal 2026, Pendapatan Telkom Tumbuh Jadi Rp37,2 Triliun
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:01 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Foto/Istimewa
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perseroan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis pada segmen konsumen (B2C) dan infrastruktur bisnis (B2B Infrastructure), seiring berjalannya transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30.
Pada periode Januari–Maret 2026, Telkom membukukan EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin EBITDA 48,3 persen. Laba bersih tercatat Rp4,3 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun.
Penurunan laba bersih dipengaruhi dampak percepatan depresiasi aset dan proses normalisasi bisnis yang masih berlangsung dalam fase transformasi. Namun, faktor tersebut bersifat sementara dan tidak memengaruhi arus kas perusahaan. Bahkan, arus kas operasional meningkat 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat implementasi efisiensi biaya dan peningkatan kualitas penagihan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan kinerja kuartal pertama menjadi fondasi positif bagi perusahaan untuk terus mempercepat transformasi dan menciptakan nilai jangka panjang.
“Tahun ini Telkom akan semakin gencar mengakselerasi strategi TLKM 30 untuk menciptakan nilai yang optimal dan memperkuat keberlanjutan perusahaan. Kinerja kuartal pertama menjadi awal yang baik sekaligus motivasi bagi TelkomGroup untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujar Dian.
Segmen B2C Tetap Tumbuh
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis pada segmen konsumen (B2C) dan infrastruktur bisnis (B2B Infrastructure), seiring berjalannya transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30.
Pada periode Januari–Maret 2026, Telkom membukukan EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin EBITDA 48,3 persen. Laba bersih tercatat Rp4,3 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun.
Penurunan laba bersih dipengaruhi dampak percepatan depresiasi aset dan proses normalisasi bisnis yang masih berlangsung dalam fase transformasi. Namun, faktor tersebut bersifat sementara dan tidak memengaruhi arus kas perusahaan. Bahkan, arus kas operasional meningkat 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat implementasi efisiensi biaya dan peningkatan kualitas penagihan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan kinerja kuartal pertama menjadi fondasi positif bagi perusahaan untuk terus mempercepat transformasi dan menciptakan nilai jangka panjang.
“Tahun ini Telkom akan semakin gencar mengakselerasi strategi TLKM 30 untuk menciptakan nilai yang optimal dan memperkuat keberlanjutan perusahaan. Kinerja kuartal pertama menjadi awal yang baik sekaligus motivasi bagi TelkomGroup untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujar Dian.
Segmen B2C Tetap Tumbuh