Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WIB
PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga jual sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green. Foto/Istimewa
PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga jual sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, harga pasar keekonomian, serta hasil koordinasi bersama pemerintah selaku regulator.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang berlaku untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mempertahankan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah dan melalui proses evaluasi berkala. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, sehingga masyarakat pengguna BBM subsidi tetap memperoleh layanan sesuai ketentuan pemerintah,” ujar Roberth.
Ia menegaskan, Pertamina Patra Niaga terus menjamin ketersediaan energi di seluruh Indonesia, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor usaha.
Menurutnya, kondisi pasokan seluruh produk BBM saat ini aman. Produk Pertamax dan Pertamax Green tetap tersedia di jaringan SPBU Pertamina, sementara penyaluran Pertalite dan Biosolar subsidi terus dilakukan sesuai ketentuan bagi masyarakat yang berhak menerima.
Di wilayah Sulawesi, distribusi BBM subsidi maupun nonsubsidi juga berlangsung normal. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan seluruh SPBU tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, harga pasar keekonomian, serta hasil koordinasi bersama pemerintah selaku regulator.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang berlaku untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mempertahankan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah dan melalui proses evaluasi berkala. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, sehingga masyarakat pengguna BBM subsidi tetap memperoleh layanan sesuai ketentuan pemerintah,” ujar Roberth.
Ia menegaskan, Pertamina Patra Niaga terus menjamin ketersediaan energi di seluruh Indonesia, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor usaha.
Menurutnya, kondisi pasokan seluruh produk BBM saat ini aman. Produk Pertamax dan Pertamax Green tetap tersedia di jaringan SPBU Pertamina, sementara penyaluran Pertalite dan Biosolar subsidi terus dilakukan sesuai ketentuan bagi masyarakat yang berhak menerima.
Di wilayah Sulawesi, distribusi BBM subsidi maupun nonsubsidi juga berlangsung normal. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan seluruh SPBU tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.