Laba Bersih PJM Wilayah 2 Lampaui Target hingga 206 Persen
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 18 Juni 2026 - 13:16 WIB
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 2 membukukan kinerja keuangan yang positif hingga Mei 2026. Foto/Istimewa
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 2 membukukan kinerja keuangan yang positif hingga Mei 2026. Di tengah tantangan perlambatan trafik kapal global dan menurunnya aktivitas di sejumlah wilayah operasional, perusahaan tetap mampu mencatatkan laba bersih jauh di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Berdasarkan laporan hingga Mei 2026, realisasi laba bersih PJM Wilayah 2 mencapai 206,63 persen dari target RKAP. Capaian tersebut diraih meskipun pendapatan usaha baru terealisasi sebesar 89,30 persen dari target yang telah ditetapkan.
Belum optimalnya pendapatan usaha dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, di antaranya penurunan trafik kapal dan aktivitas bongkar muat di beberapa wilayah kerja. Kondisi tersebut turut berdampak pada layanan pemanduan dan penundaan kapal, distribusi komoditas batu bara, serta jumlah kunjungan kapal yang menurun akibat ketidakpastian geopolitik global.
Meski demikian, perusahaan berhasil menjaga profitabilitas melalui pengelolaan biaya yang efektif. Hingga Mei 2026, realisasi beban usaha tercatat hanya mencapai 85,14 persen dari anggaran RKAP. Efisiensi tersebut diperoleh melalui optimalisasi biaya operasional dan pengendalian ketat terhadap berbagai pos pengeluaran strategis, meskipun terdapat peningkatan pada beban asuransi dan beberapa biaya pemeliharaan.
Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick, mengatakan capaian laba bersih yang melampaui target menunjukkan kuatnya daya tahan bisnis perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan industri.
“Di tengah dinamika pasar dan tantangan operasional yang ada, Wilayah 2 tetap mampu menjaga kinerja keuangan yang sehat. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen seluruh insan PJM dalam menjalankan operasional secara efektif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Ke depan, PJM akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas layanan maritim, serta mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung peran Pelindo sebagai penggerak utama ekosistem logistik nasional.
Berdasarkan laporan hingga Mei 2026, realisasi laba bersih PJM Wilayah 2 mencapai 206,63 persen dari target RKAP. Capaian tersebut diraih meskipun pendapatan usaha baru terealisasi sebesar 89,30 persen dari target yang telah ditetapkan.
Belum optimalnya pendapatan usaha dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, di antaranya penurunan trafik kapal dan aktivitas bongkar muat di beberapa wilayah kerja. Kondisi tersebut turut berdampak pada layanan pemanduan dan penundaan kapal, distribusi komoditas batu bara, serta jumlah kunjungan kapal yang menurun akibat ketidakpastian geopolitik global.
Meski demikian, perusahaan berhasil menjaga profitabilitas melalui pengelolaan biaya yang efektif. Hingga Mei 2026, realisasi beban usaha tercatat hanya mencapai 85,14 persen dari anggaran RKAP. Efisiensi tersebut diperoleh melalui optimalisasi biaya operasional dan pengendalian ketat terhadap berbagai pos pengeluaran strategis, meskipun terdapat peningkatan pada beban asuransi dan beberapa biaya pemeliharaan.
Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick, mengatakan capaian laba bersih yang melampaui target menunjukkan kuatnya daya tahan bisnis perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan industri.
“Di tengah dinamika pasar dan tantangan operasional yang ada, Wilayah 2 tetap mampu menjaga kinerja keuangan yang sehat. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen seluruh insan PJM dalam menjalankan operasional secara efektif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Ke depan, PJM akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas layanan maritim, serta mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung peran Pelindo sebagai penggerak utama ekosistem logistik nasional.
(tri)