BEST 1 Makassar Himpun Lebih dari 1.000 UMKM, Dorong Pengusaha Lokal Naik Kelas
Tri Yari Kurniawan
Senin, 22 Juni 2026 - 15:58 WIB
Lebih dari 1.000 pelaku UMKM dan pengusaha Muslim dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan hingga kawasan Indonesia Timur menghadiri BEST 1 Makassar. Foto/IST
Lebih dari 1.000 pelaku UMKM dan pengusaha Muslim dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan hingga kawasan Indonesia Timur menghadiri Business Excellence Summit and Talk (BEST) 1 Makassar. Kegiatan itu sukses digelar oleh Sukses Berkah Community (SBC) Chapter Makassar di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu-Minggu (20-21 Juni).
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas bagi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika bisnis yang semakin kompetitif. Hadir dalam pembukaan kegiatan sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar, menandai dukungan pemerintah terhadap penguatan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah mentor dan praktisi bisnis nasional, di antaranya Coach Dodi Dzulkifli, Khaidir Khaliq, Abdullah Mujahid, Coach Nugie Al Afghani, serta Founder SBC, Coach Ridwan Abadi.
Sesi pembuka dibawakan Coach Dodi Dzulkifli yang mengulas fenomena perang harga yang masih banyak terjadi di kalangan UMKM. Menurutnya, banyak pelaku usaha terjebak dalam persaingan diskon yang pada akhirnya menggerus margin keuntungan karena belum memiliki diferensiasi yang kuat di mata konsumen.
Ia menekankan pentingnya membangun positioning dan branding agar pelanggan memilih sebuah produk karena nilai yang ditawarkan, bukan semata-mata karena harga yang lebih murah.
Materi berikutnya disampaikan Khaidir Khaliq, pengurus SBC, Ketua KPMI Korwil Sulawesi Selatan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Laundry Indonesia, sekaligus praktisi bisnis laundry dan retail.
Dalam sesi bertajuk Banjir Order dengan Teknologi, Khaidir menjelaskan bahwa teknologi bukan sekadar simbol modernisasi bisnis, melainkan alat untuk membangun sistem pelayanan, pengelolaan data, proses tindak lanjut pelanggan, hingga menciptakan pembelian berulang.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas bagi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika bisnis yang semakin kompetitif. Hadir dalam pembukaan kegiatan sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar, menandai dukungan pemerintah terhadap penguatan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah mentor dan praktisi bisnis nasional, di antaranya Coach Dodi Dzulkifli, Khaidir Khaliq, Abdullah Mujahid, Coach Nugie Al Afghani, serta Founder SBC, Coach Ridwan Abadi.
Sesi pembuka dibawakan Coach Dodi Dzulkifli yang mengulas fenomena perang harga yang masih banyak terjadi di kalangan UMKM. Menurutnya, banyak pelaku usaha terjebak dalam persaingan diskon yang pada akhirnya menggerus margin keuntungan karena belum memiliki diferensiasi yang kuat di mata konsumen.
Ia menekankan pentingnya membangun positioning dan branding agar pelanggan memilih sebuah produk karena nilai yang ditawarkan, bukan semata-mata karena harga yang lebih murah.
Materi berikutnya disampaikan Khaidir Khaliq, pengurus SBC, Ketua KPMI Korwil Sulawesi Selatan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Laundry Indonesia, sekaligus praktisi bisnis laundry dan retail.
Dalam sesi bertajuk Banjir Order dengan Teknologi, Khaidir menjelaskan bahwa teknologi bukan sekadar simbol modernisasi bisnis, melainkan alat untuk membangun sistem pelayanan, pengelolaan data, proses tindak lanjut pelanggan, hingga menciptakan pembelian berulang.