OJK Edukasi Keluarga Nelayan Sinjai Kelola Keuangan & Hindari Pinjol Ilegal
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 09 Juli 2026 - 20:13 WIB
OJK Sulselbar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Foto/Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir.
Puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan mengikuti edukasi yang membahas pengelolaan keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya menabung, hingga perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal. OJK mengingatkan masyarakat agar mewaspadai investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang sehingga dapat terhindar dari potensi kerugian finansial.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cakap mengelola keuangan.
"Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan," ujar Muchlasin.
Selain edukasi, OJK turut memperkenalkan layanan keuangan formal yang dapat diakses melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk pemanfaatan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan layanan perbankan di wilayah pedesaan. Melalui agen tersebut, masyarakat dapat membuka rekening, melakukan transaksi perbankan, pembayaran, hingga mengakses berbagai layanan keuangan lainnya secara lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Di Kabupaten Sinjai, jaringan Agen Laku Pandai terus berkembang dengan total 1.403 agen. Jumlah tersebut terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 BNI. Keberadaan jaringan ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk di kawasan pesisir.
Puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan mengikuti edukasi yang membahas pengelolaan keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya menabung, hingga perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal. OJK mengingatkan masyarakat agar mewaspadai investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang sehingga dapat terhindar dari potensi kerugian finansial.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cakap mengelola keuangan.
"Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan," ujar Muchlasin.
Selain edukasi, OJK turut memperkenalkan layanan keuangan formal yang dapat diakses melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk pemanfaatan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan layanan perbankan di wilayah pedesaan. Melalui agen tersebut, masyarakat dapat membuka rekening, melakukan transaksi perbankan, pembayaran, hingga mengakses berbagai layanan keuangan lainnya secara lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Di Kabupaten Sinjai, jaringan Agen Laku Pandai terus berkembang dengan total 1.403 agen. Jumlah tersebut terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 BNI. Keberadaan jaringan ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk di kawasan pesisir.