PT Vale Perkuat UMKM Luwu Timur Lewat Pembinaan Berkelanjutan
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 09 Mei 2026 - 19:28 WIB
Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus PT Vale Indonesia melalui program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pemberdayaan. Foto/Istimewa
Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus PT Vale Indonesia melalui program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pemberdayaan. Melalui pendampingan yang dilakukan secara terstruktur, perusahaan mendorong pelaku usaha lokal agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan UMKM Learning dan Excellence Award 2026 di Sorowako. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran bagi UMKM binaan yang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan dalam pengelolaan usaha, inovasi produk, dan peningkatan daya saing.
Tidak hanya memberikan penghargaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi pengetahuan antar pelaku usaha. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengembangan bisnis, mulai dari penguatan merek (branding), pemasaran, pengelolaan jaringan usaha, hingga penerapan tata kelola bisnis yang lebih berkelanjutan.
Program pendampingan PT Vale mencakup berbagai aspek fundamental dalam pengembangan UMKM, seperti peningkatan administrasi usaha, pencatatan keuangan berbasis digital, peningkatan mutu produk, inovasi, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan perluasan pasar.
Manajemen PT Vale mencatat hingga 2025 sebanyak 139 pelaku UMKM telah mendapatkan pendampingan di wilayah pemberdayaan perusahaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha sebanyak 51 UMKM, Towuti 37 UMKM, Wasuponda 29 UMKM, dan Malili 22 UMKM.
Program pembinaan sepanjang 2025 difokuskan pada penguatan administrasi usaha serta peningkatan kualitas produk. Memasuki 2026, pendampingan terus dikembangkan dengan penambahan delapan kelompok binaan baru, sehingga jumlah kelompok binaan mencapai 14 kelompok pada kuartal pertama tahun tersebut.
Adapun fokus pendampingan kini diperluas pada penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), inovasi produk, serta pengembangan jejaring pemasaran.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan UMKM Learning dan Excellence Award 2026 di Sorowako. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran bagi UMKM binaan yang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan dalam pengelolaan usaha, inovasi produk, dan peningkatan daya saing.
Tidak hanya memberikan penghargaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi pengetahuan antar pelaku usaha. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengembangan bisnis, mulai dari penguatan merek (branding), pemasaran, pengelolaan jaringan usaha, hingga penerapan tata kelola bisnis yang lebih berkelanjutan.
Program pendampingan PT Vale mencakup berbagai aspek fundamental dalam pengembangan UMKM, seperti peningkatan administrasi usaha, pencatatan keuangan berbasis digital, peningkatan mutu produk, inovasi, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan perluasan pasar.
Manajemen PT Vale mencatat hingga 2025 sebanyak 139 pelaku UMKM telah mendapatkan pendampingan di wilayah pemberdayaan perusahaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha sebanyak 51 UMKM, Towuti 37 UMKM, Wasuponda 29 UMKM, dan Malili 22 UMKM.
Program pembinaan sepanjang 2025 difokuskan pada penguatan administrasi usaha serta peningkatan kualitas produk. Memasuki 2026, pendampingan terus dikembangkan dengan penambahan delapan kelompok binaan baru, sehingga jumlah kelompok binaan mencapai 14 kelompok pada kuartal pertama tahun tersebut.
Adapun fokus pendampingan kini diperluas pada penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), inovasi produk, serta pengembangan jejaring pemasaran.