Pupuk Indonesia Perkuat Sektor Perikanan Sulsel melalui Program Tebus Bersama
Tri Yari Kurniawan
Senin, 27 Juli 2026 - 11:46 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan melalui optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan di Sulawesi Selatan. Foto/Istimewa
PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan melalui optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan di Sulawesi Selatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang digelar di Kabupaten Maros, Barru, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada 22–23 Juli 2026.
Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero), Tri Wahyudi Saleh, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi petambak mengenai tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mendorong percepatan penebusan agar pupuk dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil budidaya.
Menurut Tri, program pupuk bersubsidi bagi sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, keberhasilan penyalurannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh perikanan, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), hingga kelompok pembudidaya ikan.
"Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar penyalurannya berjalan sesuai prinsip," ujar Tri.
Ia menegaskan, Pupuk Indonesia akan terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan mudah diakses oleh petambak sesuai ketentuan. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara maksimal sekaligus mendukung peningkatan produksi perikanan nasional.
Tri menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan setelah pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan. Agar program berjalan optimal, penyaluran pupukiputi bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, dan patinukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan penyelenggaraan Rembuk Petambak.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman petambak terkaitkuat sehingga akses petambak terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan meningkat harus dilakukan secara tepat sasaran melalui kolaborasi berbagai pihak.
Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero), Tri Wahyudi Saleh, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi petambak mengenai tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mendorong percepatan penebusan agar pupuk dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil budidaya.
Menurut Tri, program pupuk bersubsidi bagi sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, keberhasilan penyalurannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh perikanan, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), hingga kelompok pembudidaya ikan.
"Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar penyalurannya berjalan sesuai prinsip," ujar Tri.
Ia menegaskan, Pupuk Indonesia akan terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan mudah diakses oleh petambak sesuai ketentuan. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara maksimal sekaligus mendukung peningkatan produksi perikanan nasional.
Tri menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan setelah pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan. Agar program berjalan optimal, penyaluran pupukiputi bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, dan patinukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan penyelenggaraan Rembuk Petambak.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman petambak terkaitkuat sehingga akses petambak terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan meningkat harus dilakukan secara tepat sasaran melalui kolaborasi berbagai pihak.