home ekbis

PT Vale Terus Bertumbuh lewat Kinerja Operasional & Keuangan yang Solid

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:15 WIB
PT Vale Indonesia Tbk terus bertumbuh lewat peningkatan kinerja operasional dan keuangan pada triwulan II 2026. Foto/Istimewa
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale atau Perseroan, IDX: INCO) mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang solid pada triwulan kedua 2026 (2T26), seiring meningkatnya produksi nikel dalam matte, penguatan harga jual, serta disiplin dalam pengelolaan biaya. Performa ini memperkuat fondasi pertumbuhan Perseroan sekaligus menegaskan kesiapan PT Vale dalam menghadapi dinamika industri nikel global.

Pada 2T26, PT Vale membukukan produksi nikel dalam matte sebesar 16.153 ton, meningkat sekitar 19% dibandingkan 13.620 ton pada triwulan pertama 2026 (1T26). Dengan capaian tersebut, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton.

Peningkatan produksi ini didorong oleh membaiknya kinerja operasional setelah penyelesaian proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026. Perseroan terus menjaga keandalan fasilitas produksi dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan kerja dan efisiensi operasional.

“Kinerja pada triwulan kedua mencerminkan kemajuan dalam memperkuat fondasi produksi kami. Dengan dukungan disiplin operasional dan pengembangan kapasitas yang berkelanjutan, PT Vale berada dalam posisi yang baik untuk menciptakan nilai jangka panjang,” ujar manajemen PT Vale.

Selain bisnis nikel matte, PT Vale juga memperkuat sumber pertumbuhannya melalui pengoperasian tiga hub pertambangan utama di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Strategi ini mendorong peningkatan volume produksi dan penjualan bijih nikel sekaligus memperluas basis pendapatan Perseroan.

Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit pada 2T26 mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya. Secara kumulatif, volume penjualan Bahodopi sepanjang semester pertama 2026 mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat pertumbuhan signifikan dengan penjualan bijih nikel sebesar 496 ribu wmt pada 2T26, dibandingkan 89 ribu wmt pada 1T26. Total volume penjualan Pomalaa pada semester pertama 2026 mencapai 585 ribu wmt.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya