home ekbis

MHM 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp52,3 Miliar di Makassar

Jum'at, 14 Agustus 2026 - 19:27 WIB
Survey Analisis Dampak Ekonomi Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 dipaparkan dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (14/8/2026). Foto/Istimewa
Makassar Half Marathon (MHM) 2026 menghasilkan estimasi perputaran ekonomi sebesar Rp52,3 miliar selama lima hari rangkaian kegiatan. Dari nilai tersebut, sektor akomodasi menjadi penyumbang terbesar dengan Rp23,44 miliar, disusul sektor ritel dan kuliner sebesar Rp17,10 miliar.

Temuan tersebut merupakan hasil Survey Analisis Dampak Ekonomi Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 yang dipaparkan dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (14/8/2026). Riset dilakukan Divisi Riset MHM, Insight Hub, bersama Losta Institute.

Mugi Bentang selaku Research Lead menyampaikan riset ini mengukur dampak ekonomi, pengalaman peserta, potensi kunjungan ulang, hingga efektivitas eksposur sponsor. Untuk dampak ekonomi, diakuinya perputaran uang selama pelaksanaan kegiatan terbilang besar.

"Telkomsel Makassar Half Marathon (MHM) 2026 menghasilkan perputaran ekonomi senilai Rp52,3 miliar atau bila dihitung dalam lima hari kegiatan maka angka perputaran uang per hari di Makassar saat kegiatan berlangsung adalah sekitar Rp10,5 miliar," kata dia.

Sekadar diketahui, MHM 2026 digelar pada 30–31 Mei 2026 dan diikuti sekitar 12.400 peserta. Terjadi peningkatan signifikan dibandingkan sekitar 3.000 peserta pada penyelenggaraan perdana 2022.

Pada tahun ini, MHM melakukan restrukturisasi kategori lomba dengan menghadirkan Half Marathon (21,097 km) dan 10K. Atas permintaan peserta, penyelenggara juga membuka kategori anak melalui Kid Dash.

Selain pertumbuhan jumlah peserta, MHM 2026 mencatat sejumlah capaian baru. Ajang ini menjadi lomba lari pertama di Kota Makassar yang memperoleh sertifikasi rute dari PB PASI, sekaligus menjadi penyelenggaraan pertama di kawasan Sulawesi dan sekitarnya yang melakukan survei analisis dampak ekonomi secara independen dan berbasis riset.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya