Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dorong Digitalisasi Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
Tri Yari Kurniawan
Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:04 WIB
Kalla Institute bersama Politeknik Indonesia mendampingi kelompok industri rumahan kue tradisional di Gowa untuk menerapkan digitalisasi untuk pengembangan usaha. Foto/Istimewa
Industri rumahan kue tradisional di Kabupaten Gowa mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memperkuat daya saing usaha. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Kalla Institute bersama Politeknik Indonesia mendampingi kelompok industri rumahan kue tradisional di Gowa dalam meningkatkan produksi, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan usaha.
Program bertajuk “Pendampingan Digitalisasi Usaha Berbasis AI, Penguatan Produksi, dan Literasi Keuangan Kelompok Industri Rumahan Kue Tradisional di Kabupaten Gowa” tersebut menyasar kelompok usaha yang dipimpin Hj. Nurbiah Dg. Caya di kawasan Jalan Karaeng Loe Sero, Kabupaten Gowa.
Kelompok ini memproduksi beragam makanan tradisional khas Bugis-Makassar, seperti putu kacang, ote'ote're', dan sejumlah kue tradisional lainnya yang telah dipasarkan secara turun-temurun.
Ketua Tim Pengabdian, Mochammad Fadhil Abdullah, mengatakan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga kemampuan mengelola usaha secara profesional di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin luasnya pemasaran digital.
“Kami ingin menghadirkan pendampingan yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha. Bukan sekadar memberikan materi, tetapi membantu mereka membangun sistem usaha yang lebih baik, mulai dari proses produksi, identitas produk, pengelolaan keuangan hingga pemasaran digital,” jelasnya.
Salah satu hasil pendampingan adalah pemanfaatan AI untuk membantu membangun identitas visual usaha. Melalui kegiatan yang berlangsung pada Juli 2026, mitra berhasil memiliki logo usaha dan desain stiker produk yang sebelumnya belum tersedia.
Identitas visual tersebut diharapkan dapat memperkuat citra produk sekaligus membuat kue tradisional yang dihasilkan lebih mudah dikenali konsumen.
Program bertajuk “Pendampingan Digitalisasi Usaha Berbasis AI, Penguatan Produksi, dan Literasi Keuangan Kelompok Industri Rumahan Kue Tradisional di Kabupaten Gowa” tersebut menyasar kelompok usaha yang dipimpin Hj. Nurbiah Dg. Caya di kawasan Jalan Karaeng Loe Sero, Kabupaten Gowa.
Kelompok ini memproduksi beragam makanan tradisional khas Bugis-Makassar, seperti putu kacang, ote'ote're', dan sejumlah kue tradisional lainnya yang telah dipasarkan secara turun-temurun.
Ketua Tim Pengabdian, Mochammad Fadhil Abdullah, mengatakan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga kemampuan mengelola usaha secara profesional di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin luasnya pemasaran digital.
“Kami ingin menghadirkan pendampingan yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha. Bukan sekadar memberikan materi, tetapi membantu mereka membangun sistem usaha yang lebih baik, mulai dari proses produksi, identitas produk, pengelolaan keuangan hingga pemasaran digital,” jelasnya.
Salah satu hasil pendampingan adalah pemanfaatan AI untuk membantu membangun identitas visual usaha. Melalui kegiatan yang berlangsung pada Juli 2026, mitra berhasil memiliki logo usaha dan desain stiker produk yang sebelumnya belum tersedia.
Identitas visual tersebut diharapkan dapat memperkuat citra produk sekaligus membuat kue tradisional yang dihasilkan lebih mudah dikenali konsumen.