home ekbis

OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga pada Triwulan III 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 07:29 WIB
OJK mencatat industri perbankan nasional tetap optimistis menghadapi triwulan III-2026, meski bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan domestik masih membayangi. Foto/Ilustrasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri perbankan nasional tetap optimistis menghadapi triwulan III-2026, meski bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan domestik masih membayangi. Keyakinan ini tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) yang berada di zona optimistis pada level 56, ditopang oleh ekspektasi kinerja yang kuat dan manajemen risiko yang terkendali.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perbankan nasional memiliki pijakan kokoh untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar.

"Optimisme tersebut tercermin dari proyeksi pertumbuhan kinerja perbankan dan kemampuan bank dalam menjaga risiko tetap terkendali," ujar Dian.

Data tersebut merupakan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan III-2026 yang digelar pada Juli 2026. Survei ini melibatkan 99 bank responden yang menguasai 97,91 persen total aset bank umum per Juni 2026.

Meski pelaku industri mencermati ekspektasi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan global, persepsi terhadap risiko perbankan tetap aman. Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat di level 57 (zona optimistis). Mayoritas responden meyakini kualitas kredit tetap terjaga, risiko likuiditas terkendali, dan Posisi Devisa Netto (PDN) berada pada posisi aman (long position).

Optimisme paling kuat terlihat dari Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) yang melonjak ke angka 83. Bankir memproyeksikan penyaluran kredit terus melaju seiring tingginya permintaan pasar dan ketersediaan pipeline ekspansi.

Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama penyaluran kredit dengan pertumbuhan mencapai 16,85 persen secara tahunan (year-on-year) per Juli 2026. Sektor ini diproyeksikan tetap menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan kredit ke depan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya