home ekbis

PLN Mulai First Stringing SUTT Bungku, Dorong Pertumbuhan Industri Morowali

Senin, 21 September 2026 - 12:19 WIB
PLN mulai melakukan penarikan konduktor perdana (first stringing) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bungku-Pelanggan PT ACN di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Foto/Istimewa
PT PLN (Persero) mulai melakukan penarikan konduktor perdana (first stringing) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bungku-Pelanggan PT ACN di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Tahapan ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan jaringan transmisi yang ditujukan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan industri di wilayah tersebut.

Penarikan konduktor perdana dilakukan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara pada Rabu (16/9). Infrastruktur transmisi tersebut memiliki panjang sekitar 38,57 kilometer dengan 111 menara transmisi.

Kehadiran SUTT 150 kV Bungku-Pelanggan PT ACN akan meningkatkan kemampuan penyaluran tenaga listrik, memperkuat pasokan ke kawasan industri, serta mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha di Morowali dan sekitarnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan pembangunan jaringan transmisi tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan di Pulau Sulawesi.

“Saluran transmisi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan penyaluran tenaga listrik, memperkuat kapasitas sistem, serta mendukung aktivitas industri yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan berkelanjutan,” ujar Aditya.

Menurut dia, dimulainya first stringing menandai kemajuan pembangunan proyek sekaligus mendekatkan realisasi manfaat infrastruktur tersebut bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi di Sulawesi.

Aditya menjelaskan, penguatan jaringan transmisi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan listrik. Infrastruktur transmisi yang andal memungkinkan PLN menyalurkan daya dari pembangkit menuju pusat-pusat beban secara lebih optimal, sekaligus meningkatkan kesiapan sistem dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya