OJK Sulselbar Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan
Tim SINDOmakassar
Minggu, 04 Oktober 2026 - 20:38 WIB
OJK Sulselbar menyiapkan anak muda untuk mengambil dapat mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan melalui pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan. Foto/Istimewa
Ketika produk dan layanan keuangan semakin mudah dijangkau melalui teknologi digital, tantangannya bukan lagi sekadar membuka akses, tetapi memastikan masyarakat mampu memilih dan menggunakan layanan tersebut secara tepat. Di tengah kondisi itu, Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) menyiapkan anak muda untuk mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan.
Sebanyak 10 finalis Pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (LIK) 2026–2027 mengikuti rangkaian pembekalan dan karantina pada 1–2 Oktober 2026 di Kantor OJK Sulselbar. Kegiatan dibuka Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin di Learning Center OJK.
Dalam sambutannya, Muchlasin mengatakan generasi muda memiliki potensi untuk menjadi penggerak literasi keuangan, terutama karena dekat dengan komunikasi digital dan memiliki kemampuan menjangkau kelompok sebaya.
Melalui program tersebut, para finalis dibekali pemahaman keuangan agar tidak hanya mampu mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menyampaikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.
Materi pembekalan diberikan oleh OJK, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK. Materi mencakup peran lembaga dalam sistem keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan, serta manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan.
Pembekalan juga mencakup kemampuan nonteknis, seperti public speaking, komunikasi efektif, pengembangan kepribadian, dan kepemimpinan. Materi tersebut diberikan untuk mendukung kemampuan finalis dalam menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Selama karantina, para finalis mengikuti berbagai aktivitas kelompok, tantangan, serta pengembangan kreativitas konten edukasi. Materi dan aktivitas tersebut kemudian dilaporkan melalui platform OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI).
Sebanyak 10 finalis Pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (LIK) 2026–2027 mengikuti rangkaian pembekalan dan karantina pada 1–2 Oktober 2026 di Kantor OJK Sulselbar. Kegiatan dibuka Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin di Learning Center OJK.
Dalam sambutannya, Muchlasin mengatakan generasi muda memiliki potensi untuk menjadi penggerak literasi keuangan, terutama karena dekat dengan komunikasi digital dan memiliki kemampuan menjangkau kelompok sebaya.
Melalui program tersebut, para finalis dibekali pemahaman keuangan agar tidak hanya mampu mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menyampaikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.
Materi pembekalan diberikan oleh OJK, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK. Materi mencakup peran lembaga dalam sistem keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan, serta manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan.
Pembekalan juga mencakup kemampuan nonteknis, seperti public speaking, komunikasi efektif, pengembangan kepribadian, dan kepemimpinan. Materi tersebut diberikan untuk mendukung kemampuan finalis dalam menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Selama karantina, para finalis mengikuti berbagai aktivitas kelompok, tantangan, serta pengembangan kreativitas konten edukasi. Materi dan aktivitas tersebut kemudian dilaporkan melalui platform OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI).