home ekbis

FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar

Senin, 05 Oktober 2026 - 14:10 WIB
Selama tiga hari pelaksanaan, Fin Expo BIK 2026 yang digelar OJK Sulselbar mencatat total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42,94 miliar. Foto/Tri Yari Kurniawan
FIN Expo Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Makassar tak berhenti pada edukasi dan pengenalan produk jasa keuangan. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut mencatat total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42,94 miliar, disertai pembukaan atau aktivasi 1.689 rekening dan akun produk jasa keuangan.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana FIN Expo BIK 2026 mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengenal layanan keuangan, tetapi juga mulai mengakses dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan.

FIN Expo BIK 2026 diselenggarakan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulsel Sulbar) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (FKIJK Sulselbar) pada 2–4 Oktober 2026 di Atrium Trans Studio Mall Makassar.

Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini mempertemukan masyarakat secara langsung dengan industri jasa keuangan. Interaksi tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus mengakses berbagai produk dan layanan keuangan.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan FIN Expo BIK 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk dan layanan jasa keuangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses keuangan kepada masyarakat agar produk yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat, aman, dan produktif.

“FIN Expo BIK 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, aman, dan produktif sesuai kebutuhan,” ujar Muchlasin.

Menurutnya, penguatan inklusi keuangan membutuhkan sinergi seluruh ekosistem, mulai dari OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, komunitas, akademisi hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperluas akses sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara inklusif dan berkelanjutan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya