Lewat Ewako Kapoposang, BI Perkuat Layanan Rupiah di Wilayah 3T Pangkep
Tri Yari Kurniawan
Senin, 05 Oktober 2026 - 21:26 WIB
BI Sulsel melaksanakan program Ewako Kapoposang yang membawa layanan kas, edukasi Rupiah, QRIS, hingga bakti sosial langsung ke Pulau Kapoposang, Kabupaten Pangkep. Foto/Istimewa
Jarak dan keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang masyarakat kepulauan mendapatkan layanan Rupiah. Prinsip itu diwujudkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan melalui program Ewako Kapoposang yang membawa layanan kas, edukasi Rupiah, QRIS, hingga bakti sosial langsung ke Pulau Kapoposang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Program Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan & Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang tersebut digelar di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Jumat (25/9) pekan lalu. Kehadiran layanan ini memungkinkan warga menukarkan uang Rupiah yang sudah tidak layak edar tanpa harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk memperoleh layanan perbankan.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki E Wimanda, dalam keterangan persnya menyatakan, tidak hanya layanan kas, masyarakat dan pelajar di Pulau Kapoposang juga mendapatkan edukasi mengenai keaslian dan perawatan Rupiah serta penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam, Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Kabupaten Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.
"Ewako Kapoposang merupakan program yang memadukan tiga kegiatan utama untuk mendekatkan layanan Bank Indonesia kepada masyarakat kepulauan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sekaligus mendukung penerapan clean money policy," ujar dia.
Kegiatan pertama berupa layanan kas keliling untuk menarik uang Rupiah yang sudah tidak layak edar sekaligus menyediakan uang Rupiah yang layak digunakan masyarakat. Layanan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas uang yang beredar tetap terjaga, termasuk di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses.
Kegiatan kedua berupa edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS yang disampaikan dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan. Edukasi tersebut menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Edukasi juga diberikan kepada 130 warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep.
Program Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan & Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang tersebut digelar di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Jumat (25/9) pekan lalu. Kehadiran layanan ini memungkinkan warga menukarkan uang Rupiah yang sudah tidak layak edar tanpa harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk memperoleh layanan perbankan.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki E Wimanda, dalam keterangan persnya menyatakan, tidak hanya layanan kas, masyarakat dan pelajar di Pulau Kapoposang juga mendapatkan edukasi mengenai keaslian dan perawatan Rupiah serta penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam, Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Kabupaten Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.
"Ewako Kapoposang merupakan program yang memadukan tiga kegiatan utama untuk mendekatkan layanan Bank Indonesia kepada masyarakat kepulauan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sekaligus mendukung penerapan clean money policy," ujar dia.
Kegiatan pertama berupa layanan kas keliling untuk menarik uang Rupiah yang sudah tidak layak edar sekaligus menyediakan uang Rupiah yang layak digunakan masyarakat. Layanan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas uang yang beredar tetap terjaga, termasuk di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses.
Kegiatan kedua berupa edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS yang disampaikan dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan. Edukasi tersebut menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Edukasi juga diberikan kepada 130 warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep.