home ekbis

Listrik Andal, UMKM Tumbuh: PLN UID Sulselrabar Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:46 WIB
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bapak Albert Safaria, saat mengunjungi Expo UMKM Berdaya sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap para pelaku UMKM binaan YBM PLN. Foto/IST
Dukungan kelistrikan yang andal dan pendampingan usaha menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM berkembang. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memperkuat upaya tersebut melalui penyediaan energi listrik sekaligus program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha lokal.

Peran listrik dalam mendukung kegiatan ekonomi tercermin dari perkembangan pelanggan golongan tarif Bisnis PLN UID Sulselrabar. Sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah pelanggan golongan ini mencapai 15.362 pelanggan, termasuk 2.063 pelanggan baru yang tercatat pada September 2026.

Pada periode yang sama, penjualan tenaga listrik kepada pelanggan golongan Bisnis mencapai sekitar 1,52 miliar kilowatt hour (kWh). Khusus September 2026, volume penjualan tercatat sekitar 175,83 juta kWh. Data tersebut menunjukkan pemanfaatan listrik untuk menopang berbagai aktivitas usaha di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.

Bagi pelaku UMKM, listrik menunjang beragam proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku dan pengoperasian peralatan hingga pengemasan produk. Ketersediaan listrik juga mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran dan pengembangan usaha.

Selain memastikan pasokan listrik, PLN UID Sulselrabar melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Sulselrabar turut mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mencakup bantuan modal usaha yang bersumber dari dana zakat, disertai pendampingan pengelolaan keuangan, pengembangan produk, perbaikan kemasan, dan perluasan akses pemasaran.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah UMKM binaan di Sombano, Kabupaten Wakatobi. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan prioritas peralatan produksi dan membantu pengadaan alat dengan mempertimbangkan kualitas, hingga membiasakan pencatatan keuangan serta melakukan evaluasi perkembangan usaha secara berkala.

Pendampingan tersebut mulai menunjukkan perkembangan pada kualitas produk dan tampilan kemasan. Produk lokal yang sebelumnya memerlukan penguatan dari sisi penyajian kini memiliki kemasan yang lebih layak dan identitas merek yang lebih jelas. Perkembangan ini turut membuka kesempatan bagi UMKM binaan Sombano untuk mengikuti expo tahunan di Wakatobi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya