XLSMART Perluas Jaringan 5G, Dukung Lonjakan Aktivitas Digital
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 17:13 WIB
Teknisi XLSMART melakukan pemeliharaan dan penguatan infrastruktur jaringan pada salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di Kota Solo, Jawa Tengah. Foto/Istimewa
Kebutuhan konektivitas digital masyarakat Yogyakarta dan Solo terus meningkat, seiring aktivitas pendidikan, pariwisata, perdagangan, hingga pemasaran produk secara daring. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat trafik data internet di wilayah Jogja–Solo tumbuh 17 persen dalam setahun terakhir. Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, XLSMART memperluas jaringan 5G dengan konsep 5G Blanket Coverage di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pertumbuhan trafik tertinggi tercatat di Kabupaten Sleman sebesar 32 persen, disusul Kabupaten Bantul 28 persen, Kota Yogyakarta 27 persen, Kota Surakarta 17 persen, dan Kabupaten Boyolali 10 persen. Tren ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan internet untuk menunjang kegiatan sehari-hari, mulai dari pembelajaran daring dan komunikasi hingga pembuatan konten serta pengembangan usaha.
Saat ini, jaringan 5G XLSMART dengan konsep 5G Blanket Coverage telah menjangkau 23 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Perluasan tersebut didukung lebih dari 40.000 base transceiver station (BTS), termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G, yang tersebar di kedua provinsi.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pengembangan jaringan 5G merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.
“Pertumbuhan trafik internet di Jogja–Solo menunjukkan semakin besarnya peran teknologi digital dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan 5G tidak hanya kami arahkan untuk meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi pendidikan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Kami ingin manfaat teknologi ini semakin dirasakan masyarakat dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di berbagai daerah,” ujar Merza.
Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa pendekatan 5G Blanket Coverage ditujukan untuk memperluas akses jaringan generasi kelima ke lebih banyak lokasi, bukan hanya titik-titik tertentu.
“Fokus kami bukan semata-mata memperluas cakupan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, baik di kawasan pendidikan, permukiman, perdagangan, transportasi, maupun destinasi wisata,” katanya.
Pertumbuhan trafik tertinggi tercatat di Kabupaten Sleman sebesar 32 persen, disusul Kabupaten Bantul 28 persen, Kota Yogyakarta 27 persen, Kota Surakarta 17 persen, dan Kabupaten Boyolali 10 persen. Tren ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan internet untuk menunjang kegiatan sehari-hari, mulai dari pembelajaran daring dan komunikasi hingga pembuatan konten serta pengembangan usaha.
Saat ini, jaringan 5G XLSMART dengan konsep 5G Blanket Coverage telah menjangkau 23 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Perluasan tersebut didukung lebih dari 40.000 base transceiver station (BTS), termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G, yang tersebar di kedua provinsi.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pengembangan jaringan 5G merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.
“Pertumbuhan trafik internet di Jogja–Solo menunjukkan semakin besarnya peran teknologi digital dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan 5G tidak hanya kami arahkan untuk meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi pendidikan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Kami ingin manfaat teknologi ini semakin dirasakan masyarakat dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di berbagai daerah,” ujar Merza.
Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa pendekatan 5G Blanket Coverage ditujukan untuk memperluas akses jaringan generasi kelima ke lebih banyak lokasi, bukan hanya titik-titik tertentu.
“Fokus kami bukan semata-mata memperluas cakupan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, baik di kawasan pendidikan, permukiman, perdagangan, transportasi, maupun destinasi wisata,” katanya.