home ekbis

OJK Perkuat Literasi Keuangan Warga Bone, Cegah Jerat Investasi Ilegal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:21 WIB
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin hadir langsung dalam acara edukasi atau literasi keuangan di Kabupaten Bone, belum lama ini. Foto/IST
Masyarakat perlu memahami risiko sebelum berinvestasi agar tidak terjebak janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Untuk meningkatkan kewaspadaan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggelar edukasi keuangan di Kabupaten Bone, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan bertema “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini dihadiri Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin dan Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, memilih produk dan layanan jasa keuangan, serta mengenali risiko investasi ilegal.

Moch. Muchlasin mengatakan, literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara tepat dan bertanggung jawab. Pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk keuangan juga perlu diimbangi dengan pelindungan konsumen.

“Literasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara. Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, OJK terus mendorong transparansi informasi produk, pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, penyelesaian pengaduan konsumen, serta pemberantasan aktivitas keuangan ilegal. Kolaborasi dengan DPR RI juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke daerah.

Sementara itu, Andi Yuliani Paris menilai peningkatan literasi keuangan berperan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Menurut dia, pemahaman finansial dapat mendukung produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat budaya menabung dan berinvestasi.

“Peningkatan literasi keuangan memberikan manfaat bagi individu dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, penguatan budaya menabung dan berinvestasi, serta terbentuknya masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” kata Andi Yuliani.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya