home ekbis

35 Tahun Kemitraan, McDonald's Indonesia Dorong Pemasok Lokal Tumbuh dan Naik Kelas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:32 WIB
Rendhiq Ramadhan, Head of Production Region Jabar 3 PT Ciomas Adisatwa (kiri), bersama perwakilan McDonald’s Indonesia saat memeriksa penerapan standar operasional di kandang ayam Padahanten Farm.
Sekitar 86% dari total belanja pemasok McDonald’s Indonesia dialokasikan kepada mitra lokal. Hubungan kemitraan tersebut tidak berhenti pada transaksi pembelian bahan baku. Selama 35 tahun, McDonald’s Indonesia membangun kemitraan jangka panjang dengan ratusan pemasok lokal yang berkembang menjadi proses peningkatan kapabilitas melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, dan penerapan standar operasional yang membantu pelaku usaha lokal memperkuat bisnisnya mengikuti standar industri yang terus berkembang.

Lebih jauh, kemitraan ini juga turut menghasilkan multiplier effect (efek berganda), dengan menggerakkan rantai ekonomi lokal dan menghadirkan ribuan lapangan kerja.

Selain menunjukkan komitmen tinggi, kemitraan ini juga memperlihatkan bagaimana keberlangsungan bisnis restoran McDonald’s Indonesia sangat bergantung pada stabilitas bisnis dari para pelaku usaha di dalam negeri. Bagi pemasok, keberlanjutan permintaan juga berjalan beriringan dengan kesempatan untuk meningkatkan kualitas, proses kerja, dan kapasitas operasional sesuai standar yang terus berkembang.

Mochammad Mukti Ali, Guru Besar di bidang Strategic Management dan Marketing dari Global Academy Finance Management (GAFM) Amerika serta lulusan Doktor Strategi Manajemen dan Pemasaran dari Sekolah Bisnis IPB University, melihat hubungan jangka panjang antara perusahaan besar dan pemasok lokal sebagai salah satu ruang terjadinya supplier upgrading.

Menurutnya, keberlangsungan industri Quick Service Restaurant (QSR) di Indonesia telah berhasil menciptakan multiplier effect karena mendorong berbagai aktivitas ekonomi lintas sektor. Hal ini sejalan dengan agenda strategis pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia.

“Ketika pemasok memiliki hubungan jangka panjang dengan perusahaan, mereka tidak hanya mendapatkan akses terhadap permintaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan standar, pengetahuan, serta praktik operasional yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, proses tersebut dapat memperkuat kapabilitas pemasok dan membantu mereka mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan,” terang Mukti Ali.

Bagi McDonald’s Indonesia, membangun rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 300 restoran membutuhkan hubungan yang konsisten dan berkelanjutan dengan para pemasok. Saat ini, sekitar 76 persen bahan baku McDonald’s Indonesia dibeli dari mitra dalam negeri, termasuk sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng. Bahkan, untuk bahan baku ayam, seluruhnya dipasok oleh peternak lokal yang harus mengirimkannya dalam kondisi segar setiap hari ke restoran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya