Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
Tim SINDOmakassar
Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:12 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan percepatan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun. Foto/Istimewa
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan percepatan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun sebagai bagian dari strategi menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Hingga 19 Oktober 2026, sisa alokasi program yang telah disetujui masih lebih dari Rp3 triliun.
Program buyback tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Rencana percepatan ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal Telkom. Dalam pelaksanaannya, perseroan mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas, serta kebutuhan operasional dan investasi dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan mengedepankan disiplin alokasi modal. Langkah tersebut sejalan dengan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perseroan.
“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap memperhatikan prioritas alokasi modal dan kemampuan arus kas perseroan. Program tersebut akan didanai menggunakan kas internal.
Menurut Angelo, keputusan pembelian kembali saham juga harus mempertimbangkan kebutuhan likuiditas agar perseroan tetap memiliki fleksibilitas keuangan dalam menjalankan strategi bisnisnya.
Program buyback tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Rencana percepatan ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal Telkom. Dalam pelaksanaannya, perseroan mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas, serta kebutuhan operasional dan investasi dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan mengedepankan disiplin alokasi modal. Langkah tersebut sejalan dengan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perseroan.
“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap memperhatikan prioritas alokasi modal dan kemampuan arus kas perseroan. Program tersebut akan didanai menggunakan kas internal.
Menurut Angelo, keputusan pembelian kembali saham juga harus mempertimbangkan kebutuhan likuiditas agar perseroan tetap memiliki fleksibilitas keuangan dalam menjalankan strategi bisnisnya.