Produksi dan Penjualan Meningkat, Kinerja Keuangan PT Vale Menguat
Tim SINDOmakassar
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:11 WIB
Kinerja PT Vale Indonesia semakin menguat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$896 juta hingga September 2026, tumbuh 27 persen. Foto/IST
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale/INCO) semakin menguat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$896 juta hingga September 2026, tumbuh 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan volume pengiriman nikel matte serta kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa.
Dalam laporan kinerja triwulan III 2026 (3T26) yang diumumkan pada 29 Oktober 2026, PT Vale juga mencatat laba bersih sebesar US$147 juta selama sembilan bulan pertama tahun ini. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan laba bersih US$52 juta pada periode yang sama 2025.
Dari sisi operasional, produksi nikel dalam matte mencapai 18.341 metrik ton pada 3T26. Capaian ini menjadi produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026, meningkat dibandingkan 16.153 ton pada triwulan II.
Peningkatan produksi didukung oleh membaiknya ketersediaan peralatan serta stabilnya operasional pabrik setelah pelaksanaan pemeliharaan besar pada awal tahun. Perseroan terus memperkuat keandalan operasional untuk menjaga konsistensi produksi hingga akhir tahun.
Selain nikel matte, penjualan bijih nikel turut menjadi sumber pertumbuhan bisnis Perseroan. Pada triwulan III, Blok Bahodopi mencatat penjualan 415.000 wet metric tons (wmt). Dengan demikian, total penjualan dari blok tersebut mencapai 2,37 juta wmt selama sembilan bulan pertama 2026.
Sementara itu, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa meningkat signifikan menjadi 1,31 juta wmt pada 3T26, dibandingkan 495.601 wmt pada triwulan sebelumnya. Secara kumulatif, penjualan dari blok ini mencapai 1,89 juta wmt hingga September 2026.
Jika digabungkan, penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada triwulan III. Pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya kontribusi bisnis pertambangan dalam portofolio PT Vale.
Dalam laporan kinerja triwulan III 2026 (3T26) yang diumumkan pada 29 Oktober 2026, PT Vale juga mencatat laba bersih sebesar US$147 juta selama sembilan bulan pertama tahun ini. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan laba bersih US$52 juta pada periode yang sama 2025.
Dari sisi operasional, produksi nikel dalam matte mencapai 18.341 metrik ton pada 3T26. Capaian ini menjadi produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026, meningkat dibandingkan 16.153 ton pada triwulan II.
Peningkatan produksi didukung oleh membaiknya ketersediaan peralatan serta stabilnya operasional pabrik setelah pelaksanaan pemeliharaan besar pada awal tahun. Perseroan terus memperkuat keandalan operasional untuk menjaga konsistensi produksi hingga akhir tahun.
Selain nikel matte, penjualan bijih nikel turut menjadi sumber pertumbuhan bisnis Perseroan. Pada triwulan III, Blok Bahodopi mencatat penjualan 415.000 wet metric tons (wmt). Dengan demikian, total penjualan dari blok tersebut mencapai 2,37 juta wmt selama sembilan bulan pertama 2026.
Sementara itu, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa meningkat signifikan menjadi 1,31 juta wmt pada 3T26, dibandingkan 495.601 wmt pada triwulan sebelumnya. Secara kumulatif, penjualan dari blok ini mencapai 1,89 juta wmt hingga September 2026.
Jika digabungkan, penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada triwulan III. Pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya kontribusi bisnis pertambangan dalam portofolio PT Vale.