Nobar Film SOLATA Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa NTT
Tim SINDOmakassar
Senin, 24 Agustus 2026 - 19:59 WIB
Nobar Film SOLATA Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa NTT
Pengusaha Menulis Buku Indonesia [PEMBIS] bekerjasama dengan Darut Tauhid Peduli dalam waktu dekat akan menggelar nonton bareng film SOLATA. Tak sekedar nonton bareng, kegiatan ini juga bagian dari program donasi untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur [NTT].
Film SOLATA [Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih] berkisah tentang Angkasa, relawan guru dari Jakarta, yang memutuskan perjalanan ke Ollon – Toraja dan mendapati program Kelas Jauh yang tak berjalan sebagaimana seharusnya.
Di sana Angkasa bertemu dengan 6 orang murid yang nama depannya mirip dengan nama-nama presiden Indonesia: Karno, Harto, Wahid, Bambang, Mega dan Habibie.
Sutradara sekaligus produser film SOLATA, Ichwan Persada, menyambut baik rencana kegiatan ini. “Kami ikut tergerak untuk berpartisipasi ambil bagian dalam meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Saya juga senang karena kegiatan ini juga lintas sektor dan agama sehingga bisa diikuti siapa saja, “ ujarnya.
PEMBIS merupakan komunitas nasional yang berkomitmen mendorong budaya menulis di kalangan pengusaha dan professional agar pengalaman, pengetahuan dan nilai perjuangan dapat diwariskan ke generasi mendatang.
Heny Suhaeny yang merupakan pengusaha, penulis, inspirator sekaligus ketua umum PEMBIS berharap kegiatan-kegiatan semacam ini perlu terus digalakkan.
“Melalui nobar film SOLATA tak saja menjadi cara kami mendukung industri film nasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas. Dan nilai plus lainnya adalah kita juga berdonasi melalui kegiatan ini yang akan disalurkan langsung ke saudara-saudara kita di NTT," jelasnya.
Film SOLATA [Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih] berkisah tentang Angkasa, relawan guru dari Jakarta, yang memutuskan perjalanan ke Ollon – Toraja dan mendapati program Kelas Jauh yang tak berjalan sebagaimana seharusnya.
Di sana Angkasa bertemu dengan 6 orang murid yang nama depannya mirip dengan nama-nama presiden Indonesia: Karno, Harto, Wahid, Bambang, Mega dan Habibie.
Sutradara sekaligus produser film SOLATA, Ichwan Persada, menyambut baik rencana kegiatan ini. “Kami ikut tergerak untuk berpartisipasi ambil bagian dalam meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Saya juga senang karena kegiatan ini juga lintas sektor dan agama sehingga bisa diikuti siapa saja, “ ujarnya.
PEMBIS merupakan komunitas nasional yang berkomitmen mendorong budaya menulis di kalangan pengusaha dan professional agar pengalaman, pengetahuan dan nilai perjuangan dapat diwariskan ke generasi mendatang.
Heny Suhaeny yang merupakan pengusaha, penulis, inspirator sekaligus ketua umum PEMBIS berharap kegiatan-kegiatan semacam ini perlu terus digalakkan.
“Melalui nobar film SOLATA tak saja menjadi cara kami mendukung industri film nasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas. Dan nilai plus lainnya adalah kita juga berdonasi melalui kegiatan ini yang akan disalurkan langsung ke saudara-saudara kita di NTT," jelasnya.