Pembayaran PBB 100%, Bapenda Makassar Cetak Rekor PAD Rp1,9 Triliun
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 01 Januari 2026 - 16:24 WIB
Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah memaparkan capaian PAD 2025 ke awak media. Foto: Istimewa
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, mengukir sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah berhasil membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 dengan capaian fantastis sebesar Rp1.979.548.619.000 atau setara Rp1,9 triliun, Rabu (31/12/2025).
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, menyampaikan bahwa capaian PAD tahun 2025 tersebut menunjukkan hasil yang sangat signifikan.
Menurutnya, meski angka tersebut masih bersifat sementara karena proses rekonsiliasi data masih berjalan, nilainya dipastikan tidak akan jauh berbeda dari hasil perhitungan terakhir, tembus Rp2 Triliun.
"Untuk PAD secara keseluruhan kemungkinan besar kita sudah finish. Memang tadi sekitar jam empat sore kita melakukan closing, dan saat ini masih dalam proses rekonsiliasi. Namun angkanya dipastikan tidak akan meleset jauh dari perhitungan Rp1,9 T, bisa di angka Rp2 T," jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan terakhir yang merujuk pada realisasi dana yang telah masuk ke kas daerah, PAD Kota Makassar berada di angka Rp1, triliun lebih.Capaian tersebut hanya terpaut tipis dari angka psikologis Rp2 triliun.
"Sedikit lagi kita tembus Rp2 triliun. Namun ini patut kita syukuri karena merupakan capaian yang, insyaallah, tertinggi dalam sejarah Kota Makassar, sebagaimana juga pernah saya sampaikan saat Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) kemarin," tambahnya.
Lebih lanjut, Andi Asminullah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Badan Pendapatan Daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) atau SKPD pemungut pajak yang terlibat langsung dalam optimalisasi pendapatan daerah.
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, menyampaikan bahwa capaian PAD tahun 2025 tersebut menunjukkan hasil yang sangat signifikan.
Menurutnya, meski angka tersebut masih bersifat sementara karena proses rekonsiliasi data masih berjalan, nilainya dipastikan tidak akan jauh berbeda dari hasil perhitungan terakhir, tembus Rp2 Triliun.
"Untuk PAD secara keseluruhan kemungkinan besar kita sudah finish. Memang tadi sekitar jam empat sore kita melakukan closing, dan saat ini masih dalam proses rekonsiliasi. Namun angkanya dipastikan tidak akan meleset jauh dari perhitungan Rp1,9 T, bisa di angka Rp2 T," jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan terakhir yang merujuk pada realisasi dana yang telah masuk ke kas daerah, PAD Kota Makassar berada di angka Rp1, triliun lebih.Capaian tersebut hanya terpaut tipis dari angka psikologis Rp2 triliun.
"Sedikit lagi kita tembus Rp2 triliun. Namun ini patut kita syukuri karena merupakan capaian yang, insyaallah, tertinggi dalam sejarah Kota Makassar, sebagaimana juga pernah saya sampaikan saat Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) kemarin," tambahnya.
Lebih lanjut, Andi Asminullah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Badan Pendapatan Daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) atau SKPD pemungut pajak yang terlibat langsung dalam optimalisasi pendapatan daerah.