Sebut Daerah Terdampak Banjir Turun, Wali Kota: Cermin Perbaikan Penanganan
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 14 Januari 2026 - 13:15 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Kadis Kominfo Muhamad Roem mengikuti program live salah satu siaran televisi nasional dari rumah jabatan, Rabu pagi tadi. Foto: Istimewa
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengklaim daerah terdampak banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, mulai menunjukkan tren penurunan dampak.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyebut bahwa dari tiga kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir, kali ini hanya satu wilayah yang sempat melakukan pengungsian, itupun dalam waktu singkat.
"Kondisi tersebut mencerminkan perbaikan dalam penanganan banjir, meski Kota Makassar masih berada dalam periode cuaca ekstrem. Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menandakan situasi sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya dalam program salah satu siaran televisi nasional dari Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu pagi tadi.
Menurutnya, faktor banjir di Kota Makassar tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis kota. Kata dia, wilayah yang rawan genangan umumnya berada di daerah cekungan serta bantaran sungai, sehingga berpotensi menahan air saat curah hujan tinggi.
Munafri juga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh hujan ekstrem yang berdasarkan informasi BMKG diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari.
"Penyebab warga mengungsi bukan semata akibat ketinggian air, melainkan karena terganggunya sistem sanitasi rumah tangga.
Terendamnya fasilitas toilet dan saluran limbah membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu," ungkapnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyebut bahwa dari tiga kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir, kali ini hanya satu wilayah yang sempat melakukan pengungsian, itupun dalam waktu singkat.
"Kondisi tersebut mencerminkan perbaikan dalam penanganan banjir, meski Kota Makassar masih berada dalam periode cuaca ekstrem. Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menandakan situasi sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya dalam program salah satu siaran televisi nasional dari Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu pagi tadi.
Menurutnya, faktor banjir di Kota Makassar tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis kota. Kata dia, wilayah yang rawan genangan umumnya berada di daerah cekungan serta bantaran sungai, sehingga berpotensi menahan air saat curah hujan tinggi.
Munafri juga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh hujan ekstrem yang berdasarkan informasi BMKG diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari.
"Penyebab warga mengungsi bukan semata akibat ketinggian air, melainkan karena terganggunya sistem sanitasi rumah tangga.
Terendamnya fasilitas toilet dan saluran limbah membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu," ungkapnya.