Waspada! Penipuan Pekerti Berbayar Rp1,8 Juta Catut Nama Plt Rektor UNM
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Jum'at, 27 Maret 2026 - 10:18 WIB
Sebaran pamflet palsu Pekerti yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab, Jumat (27/3/2026). Foto: Istimewa
Identitas Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Farida Patittingi, disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan, Jumat (27/3/2026).
Modus yang digunakan adalah memanipulasi pamflet program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti), yang merupakan salah satu syarat sertifikasi dosen.
Dalam pamflet palsu tersebut, pelaku mengedit foto serta mengubah nama Plt Rektor menjadi Prof. dr. Faridah, S.H., M.Hum. Selain itu, pelaku mencantumkan klaim kelulusan instan melalui keterangan “Sistem terima beres tanpa pelatihan” yang ditampilkan di bagian atas selebaran, dengan tanggal pendaftaran 25 Maret 2026.
Tidak hanya itu, identitas visual juga dipalsukan, termasuk perubahan warna jas almamater dari oranye menjadi merah. Pelaku turut mencantumkan instruksi pembayaran biaya diklat sebesar Rp1,8 juta melalui metode pemindaian barcode.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Peningkatan Pembelajaran (LP2MP) UNM Makassar, Dr. Ismarli Muis, menegaskan bahwa selebaran yang beredar merupakan penipuan.
"Ini penipuan. Tidak ada program pekerti langsung beres. Semua lewat pelatihan. Pembayarannya juga melalui rekening kampus," tegas Ismarli.
Ia menjelaskan, program Pekerti di UNM tidak menyediakan jalur instan. Seluruh peserta wajib mengikuti tahapan pelatihan resmi, baik secara daring (online) maupun luring (offline).
Modus yang digunakan adalah memanipulasi pamflet program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti), yang merupakan salah satu syarat sertifikasi dosen.
Dalam pamflet palsu tersebut, pelaku mengedit foto serta mengubah nama Plt Rektor menjadi Prof. dr. Faridah, S.H., M.Hum. Selain itu, pelaku mencantumkan klaim kelulusan instan melalui keterangan “Sistem terima beres tanpa pelatihan” yang ditampilkan di bagian atas selebaran, dengan tanggal pendaftaran 25 Maret 2026.
Tidak hanya itu, identitas visual juga dipalsukan, termasuk perubahan warna jas almamater dari oranye menjadi merah. Pelaku turut mencantumkan instruksi pembayaran biaya diklat sebesar Rp1,8 juta melalui metode pemindaian barcode.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Peningkatan Pembelajaran (LP2MP) UNM Makassar, Dr. Ismarli Muis, menegaskan bahwa selebaran yang beredar merupakan penipuan.
"Ini penipuan. Tidak ada program pekerti langsung beres. Semua lewat pelatihan. Pembayarannya juga melalui rekening kampus," tegas Ismarli.
Ia menjelaskan, program Pekerti di UNM tidak menyediakan jalur instan. Seluruh peserta wajib mengikuti tahapan pelatihan resmi, baik secara daring (online) maupun luring (offline).