Strategi PT Vale Mendorong Nikel Rendah Karbon
Tim SINDOmakassar
Kamis, 11 Desember 2025 - 16:34 WIB
PT Vale memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah. Foto/Istimewa
PT Vale Indonesia kini mengarahkan langkahnya ke fase baru. Perusahaan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.
PT Vale menempatkan fokus pada produksi nikel berkadar tinggi yang memenuhi standar lingkungan internasional—dikenal sebagai right nickel. Strategi ini sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin menitikberatkan aspek keberlanjutan.
Manager Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia, Andaru Brahmono Adi, menilai industri nikel nasional tengah bergerak menuju fase baru yang lebih bernilai. Peningkatan kapasitas pemurnian dalam negeri serta permintaan global menjadi pendorong utama perubahan tersebut.
Menurutnya, dinamika ekspor tidak bisa dilepaskan dari penguatan smelter domestik dan kebutuhan pasar dunia. Transformasi ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi yang lebih luas.
Sebagai bagian dari reposisi, PT Vale kini menegaskan fokus pada produksi nikel berkadar tinggi dengan jejak karbon rendah. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam lanskap industri hijau global.
Selama ini, PT Vale dikenal sebagai produsen nikel matte dari Sorowako, Luwu Timur. Namun, perusahaan mulai memperluas portofolionya dengan menjual bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa.
Dari sisi teknologi, PT Vale mengandalkan metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako dan Pomalaa. Proses ini menuntut infrastruktur kompleks, pengendalian presisi, serta pengelolaan residu yang ketat demi memenuhi standar keberlanjutan.
PT Vale menempatkan fokus pada produksi nikel berkadar tinggi yang memenuhi standar lingkungan internasional—dikenal sebagai right nickel. Strategi ini sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin menitikberatkan aspek keberlanjutan.
Manager Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia, Andaru Brahmono Adi, menilai industri nikel nasional tengah bergerak menuju fase baru yang lebih bernilai. Peningkatan kapasitas pemurnian dalam negeri serta permintaan global menjadi pendorong utama perubahan tersebut.
Menurutnya, dinamika ekspor tidak bisa dilepaskan dari penguatan smelter domestik dan kebutuhan pasar dunia. Transformasi ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi yang lebih luas.
Sebagai bagian dari reposisi, PT Vale kini menegaskan fokus pada produksi nikel berkadar tinggi dengan jejak karbon rendah. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam lanskap industri hijau global.
Selama ini, PT Vale dikenal sebagai produsen nikel matte dari Sorowako, Luwu Timur. Namun, perusahaan mulai memperluas portofolionya dengan menjual bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa.
Dari sisi teknologi, PT Vale mengandalkan metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako dan Pomalaa. Proses ini menuntut infrastruktur kompleks, pengendalian presisi, serta pengelolaan residu yang ketat demi memenuhi standar keberlanjutan.