Wujudkan Pendidikan Bermutu, Pemkot Makassar Siapkan Sejumlah Agenda Strategis
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Sabtu, 02 Mei 2026 - 14:53 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, memberikan sambutan di Tribun Karebosi, Sabtu (2/5/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Achi Soleman mengungkap sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan pada momentum peringatan komitmen dalam momentum Hardiknas 2026.
Pertama, peluncuran SPBM 2026 yang terintegrasi dengan aplikasi Lontara Plus, lanjut dia, pemerintah melakukan inovasi digital melalui integrasi sistem penerimaan murid baru dengan platform Lontara Plus.
"Inovasi ini bertujuan untuk menjamin proses penerimaan siswa yang lebih akuntabel, objektif, dan transparan," ujarnya di depan harapan para tamu, Sabtu (2/5/2026).
Kedua, launching buku 'Jelajah Hijau di Pantai Losari'. Achi menyampaikan buku ini merupakan bentuk nyata keberlanjutan edukasi karakter melalui literasi.
"Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi sebagai media edukasi mengenal kepedulian lingkungan, khususnya terkait dengan permasalahan sampah. Tujuannya adalah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berbudaya dan bertanggung jawab terhadap kelestarian kota," tambahnya.
Lanjut Achi, agenda ketiga yakni pengukuhan relawan tim aksi pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).
"Pemerintah menyadari beban angka ATS di Makassar masih cukup besar, sehingga dibentuk relawan yang terdiri dari berbagai lembaga dan komunitas. Untuk memastikan anak-anak kembali ke sekolah dan mengenyam pendidikan. Hal ini merupakan perwujudan dari kota yang inklusif, di mana pun tidak ada satupun anak yang kehilangan haknya," terangnya.
Pertama, peluncuran SPBM 2026 yang terintegrasi dengan aplikasi Lontara Plus, lanjut dia, pemerintah melakukan inovasi digital melalui integrasi sistem penerimaan murid baru dengan platform Lontara Plus.
"Inovasi ini bertujuan untuk menjamin proses penerimaan siswa yang lebih akuntabel, objektif, dan transparan," ujarnya di depan harapan para tamu, Sabtu (2/5/2026).
Kedua, launching buku 'Jelajah Hijau di Pantai Losari'. Achi menyampaikan buku ini merupakan bentuk nyata keberlanjutan edukasi karakter melalui literasi.
"Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi sebagai media edukasi mengenal kepedulian lingkungan, khususnya terkait dengan permasalahan sampah. Tujuannya adalah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berbudaya dan bertanggung jawab terhadap kelestarian kota," tambahnya.
Lanjut Achi, agenda ketiga yakni pengukuhan relawan tim aksi pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).
"Pemerintah menyadari beban angka ATS di Makassar masih cukup besar, sehingga dibentuk relawan yang terdiri dari berbagai lembaga dan komunitas. Untuk memastikan anak-anak kembali ke sekolah dan mengenyam pendidikan. Hal ini merupakan perwujudan dari kota yang inklusif, di mana pun tidak ada satupun anak yang kehilangan haknya," terangnya.