Jamuan IGS 2026 Jadi Ajang Pemkot Makassar Kenalkan Potensi Investasi ke 28 Negara
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 24 Juni 2026 - 12:22 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama delegasi 28 negara di Benteng Rotterdam, di Jalan Ujung Pandang, Selasa (23/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Jamuan makan malam Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 digelar di Benteng Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian IGS 2026 yang mempertemukan delegasi dari 28 negara untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya, kuliner, serta potensi ekonomi Kota Makassar.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, membuka rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series ke-6 tersebut.
"Ini adalah inisiatif dari Kementerian Luar Negeri yang diluncurkan pada tahun 2023 untuk memamerkan kekayaan budaya dan warisan Indonesia, sambil memperkuat keterlibatan internasional melalui salah satu bahasa paling universal yang dikenal umat manusia, yaitu makanan," ujarnya.
Heru menjelaskan, gastrodiplomasi telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang kuliner. Program tersebut kini menjadi platform yang mempertemukan pemerintah daerah, komunitas, industri kreatif, dan mitra internasional dalam memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia.
Menurutnya, Makassar dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat di Indonesia Timur. Kota ini dinilai memiliki perpaduan antara dinamika ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri.
Heru juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Kota Makassar menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas keterlibatan Indonesia di tingkat internasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian IGS 2026 yang mempertemukan delegasi dari 28 negara untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya, kuliner, serta potensi ekonomi Kota Makassar.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, membuka rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series ke-6 tersebut.
"Ini adalah inisiatif dari Kementerian Luar Negeri yang diluncurkan pada tahun 2023 untuk memamerkan kekayaan budaya dan warisan Indonesia, sambil memperkuat keterlibatan internasional melalui salah satu bahasa paling universal yang dikenal umat manusia, yaitu makanan," ujarnya.
Heru menjelaskan, gastrodiplomasi telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang kuliner. Program tersebut kini menjadi platform yang mempertemukan pemerintah daerah, komunitas, industri kreatif, dan mitra internasional dalam memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia.
Menurutnya, Makassar dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat di Indonesia Timur. Kota ini dinilai memiliki perpaduan antara dinamika ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri.
Heru juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Kota Makassar menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas keterlibatan Indonesia di tingkat internasional.