Forum B2B IGS 2026 Hubungkan Pelaku Usaha Lokal dengan Delegasi 28 Negara
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:49 WIB
Suasana B2B dalam rangkaian IGS 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026). Foto: Istimewa
Forum Business to Business (B2B) dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Hal itu disampaikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar, Mutia Haidir, usai mengikuti Business Forum IGS 2026 yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan 41 delegasi dari 28 negara sahabat di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
"Forum B2B seperti ini sangat penting karena membuka wawasan pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas negara, serta bisa membuka jaringan perkenalan produk lokal," ujarnya.
Mutia mengatakan antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat para pengusaha asing untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan daerah. Produk yang diperkenalkan berasal dari sektor pangan, perikanan, perkebunan, kuliner, hingga peluang investasi pada sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Sebanyak 13 negara terlibat dalam sesi Business to Business (B2B), yakni Filipina, Belanda, Meksiko, Venezuela, Ukraina, Ethiopia, Tunisia, Kuba, Laos, Fiji, Kamboja, Nigeria, dan Kosta Rika.
Menurut Mutia, kehadiran delegasi asing memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menjajaki kerja sama perdagangan, investasi, hingga membuka akses ekspor yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
"Kita bisa memperkenalkan produk-produk yang kita miliki kepada negara lain, sekaligus melihat peluang kerja sama yang mungkin selama ini belum terpikirkan," katanya saat dikonfirmasi.
Hal itu disampaikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar, Mutia Haidir, usai mengikuti Business Forum IGS 2026 yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan 41 delegasi dari 28 negara sahabat di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
"Forum B2B seperti ini sangat penting karena membuka wawasan pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas negara, serta bisa membuka jaringan perkenalan produk lokal," ujarnya.
Mutia mengatakan antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat para pengusaha asing untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan daerah. Produk yang diperkenalkan berasal dari sektor pangan, perikanan, perkebunan, kuliner, hingga peluang investasi pada sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Sebanyak 13 negara terlibat dalam sesi Business to Business (B2B), yakni Filipina, Belanda, Meksiko, Venezuela, Ukraina, Ethiopia, Tunisia, Kuba, Laos, Fiji, Kamboja, Nigeria, dan Kosta Rika.
Menurut Mutia, kehadiran delegasi asing memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menjajaki kerja sama perdagangan, investasi, hingga membuka akses ekspor yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
"Kita bisa memperkenalkan produk-produk yang kita miliki kepada negara lain, sekaligus melihat peluang kerja sama yang mungkin selama ini belum terpikirkan," katanya saat dikonfirmasi.