Disbud Makassar Kenalkan Budaya Lewat Program 'Anjas Ri Museum'
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 07:39 WIB
Disbud Kota Makassar gagas program Anjas Ri Museum, di Museum Kota Makassar, Jl. Balai Kota, Jumat (31/7/2026). Foto: Istimewa
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar menggagas inovasi bertajuk Anjas Ri Museum (Antar Jemput Anak Sekolah ke Museum Kota Makassar) sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal sejak dini.
Program tersebut dirancang dengan konsep mengantar dan menjemput peserta didik untuk berkunjung langsung ke Museum Kota Makassar.
Melalui kunjungan itu, para pelajar diperkenalkan pada berbagai koleksi benda bersejarah, jejak peradaban, serta kekayaan budaya yang menjadi identitas Kota Makassar.
Menariknya, pelaksanaan program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Disbud Makassar mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program edukasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa membebani keuangan daerah.
Kepala Disbud Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan program Anjas Ri Museum lahir dari keinginan untuk menghadirkan pembelajaran sejarah dan budaya secara langsung kepada anak-anak melalui pengalaman berkunjung ke museum.
“Selama ini orang tua identik mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Melalui program Anjas Ri Museum, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengantar dan menjemput anak-anak untuk belajar langsung di Museum Kota Makassar. Mereka dapat mengenal sejarah, budaya, serta melihat berbagai koleksi peninggalan yang menjadi bagian dari perjalanan Kota Makassar,” ujarnya, Jumat (30/7/2026).
Menurutnya, museum harus menjadi ruang belajar yang menarik dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Dengan melihat langsung koleksi dan peninggalan sejarah, diharapkan anak-anak memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap identitas budaya daerahnya.
Program tersebut dirancang dengan konsep mengantar dan menjemput peserta didik untuk berkunjung langsung ke Museum Kota Makassar.
Melalui kunjungan itu, para pelajar diperkenalkan pada berbagai koleksi benda bersejarah, jejak peradaban, serta kekayaan budaya yang menjadi identitas Kota Makassar.
Menariknya, pelaksanaan program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Disbud Makassar mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program edukasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa membebani keuangan daerah.
Kepala Disbud Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan program Anjas Ri Museum lahir dari keinginan untuk menghadirkan pembelajaran sejarah dan budaya secara langsung kepada anak-anak melalui pengalaman berkunjung ke museum.
“Selama ini orang tua identik mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Melalui program Anjas Ri Museum, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengantar dan menjemput anak-anak untuk belajar langsung di Museum Kota Makassar. Mereka dapat mengenal sejarah, budaya, serta melihat berbagai koleksi peninggalan yang menjadi bagian dari perjalanan Kota Makassar,” ujarnya, Jumat (30/7/2026).
Menurutnya, museum harus menjadi ruang belajar yang menarik dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Dengan melihat langsung koleksi dan peninggalan sejarah, diharapkan anak-anak memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap identitas budaya daerahnya.