Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Kaccia Makassar Dibangun Permanen
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:50 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kecamatan Tamalate, Rabu (19/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Pemerintah Kota Makassar mulai membangun secara permanen Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, setelah akses tersebut selama puluhan tahun mengalami kerusakan dan mengganggu mobilitas warga.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung progres pembangunan jembatan tersebut, Rabu (19/8/2026). Ia mengatakan pembangunan Jembatan Kaccia menjadi salah satu prioritas untuk membuka kembali akses warga yang selama ini terganggu.
"Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian," ujar Munafri.
Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Apalagi ada sekolah dekat di sini, aktivitas waktu satu-satunya akses jalan. Sehingga perlu dibenahi jembatan agar bisa dilalui kenderaan, karena selama ini hanya digunakan pejalan kaki. Tidak bisa dilewati kenderaan," tuturnya.
Saat ditinjau, progres pembangunan Jembatan Kaccia disebut telah mendekati 20 persen. Munafri menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 100 hari.
"Progresnya itu sudah mau menuju 20 persen. Artinya, itu akan selesai dalam perhitungan kurang dari 100 hari. 100 hari lah ya, jembatannya kita," katanya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung progres pembangunan jembatan tersebut, Rabu (19/8/2026). Ia mengatakan pembangunan Jembatan Kaccia menjadi salah satu prioritas untuk membuka kembali akses warga yang selama ini terganggu.
"Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian," ujar Munafri.
Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Apalagi ada sekolah dekat di sini, aktivitas waktu satu-satunya akses jalan. Sehingga perlu dibenahi jembatan agar bisa dilalui kenderaan, karena selama ini hanya digunakan pejalan kaki. Tidak bisa dilewati kenderaan," tuturnya.
Saat ditinjau, progres pembangunan Jembatan Kaccia disebut telah mendekati 20 persen. Munafri menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 100 hari.
"Progresnya itu sudah mau menuju 20 persen. Artinya, itu akan selesai dalam perhitungan kurang dari 100 hari. 100 hari lah ya, jembatannya kita," katanya.