home makassar city

Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon

Sabtu, 26 September 2026 - 00:52 WIB
Suasana konferensi pers di lantai 1 Gedung Makassar Gonverment Center (MGC), Jumat (25/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.

Tim ahli menilai sebagian pohon di lokasi memiliki sistem perakaran dan tajuk yang berpotensi terus berbenturan dengan trotoar serta jaringan utilitas apabila hanya dipangkas atau dirapikan.

Tim Ahli Landscape Alboris, Rulli Wijayakusuma, mengatakan persoalan utama pada vegetasi di lokasi bukan semata-mata faktor keselamatan, melainkan konflik antara pertumbuhan pohon dengan infrastruktur dan utilitas kota.

"Sisi sebelah kanan diisi oleh pohon Ketapang Kencana seluruhnya, sedangkan sisi sebelah kiri mayoritas diisi oleh pohon Mahoni. Kami sudah melihat hal tersebut, dan masalah terbesar pertama ada pada sisi pohon ketapang kencana. Ini bukan dari sisi bahaya, melainkan dari sisi konflik. Ada konflik antara pertumbuhan ketapang kencana dengan infrastruktur serta utilitas," paparnya dalam sesi konferensi pers.

Menurut Rulli, ketapang kencana memiliki akar yang ekspansif. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan akar berpotensi mengganggu infrastruktur pedestrian.

"Pohon Ketapang Kencana merupakan pohon yang akarnya bersifat ekspansif. Hal itu tidak salah karena sudah menjadi ciri hidupnya, jadi pohonnya tidak salah. Yang mungkin salah adalah keputusan kita dalam menanamnya di situ," terangnya kepada wartawan.

Ia mengatakan persoalan tersebut tidak akan selesai jika pohon hanya dipangkas karena akar dan tajuk akan kembali tumbuh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya