home makassar city

Antisipasi Karhutla, MDA dan BPBD Luwu Petakan Titik Rawan dan Sumber Air

Rabu, 07 Oktober 2026 - 13:35 WIB
Mengantisipasi potensi karhutla, MDA bersama BPBD Luwu, serta sejumlah instansi terkait memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan. Foto/IST
Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, serta sejumlah instansi terkait memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang turut membahas pemetaan sejumlah titik rawan karhutla dan sumber air yang dapat dijangkau untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran. Pemetaan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi risiko sekaligus memastikan kesiapan sumber daya di lapangan.

Selain pemetaan wilayah, koordinasi lintas pihak juga diarahkan pada kesiapan personel dan peralatan, penguatan mekanisme respons, serta rencana pembentukan posko kesiapsiagaan di lokasi yang dekat dengan wilayah rawan karhutla.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi inisiatif MDA dalam mendorong penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan karhutla. Menurutnya, pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, TNI-Polri, Damkar hingga masyarakat.

“Mitigasi dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur agar apabila terjadi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Andi Baso.

Dalam rapat tersebut, para pihak juga membahas kebutuhan posko induk sebagai pusat koordinasi. Keberadaan posko dinilai penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Luwu dan jarak antarlokasi, terutama di wilayah Kecamatan Latimojong.

Dari sisi pencegahan, penguatan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang. Sosialisasi akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko karhutla sekaligus langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya