Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah
Luqman Zainuddin
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Foto bersama pembicara workshop dan dosen Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM di sela-sela kegiatan. Foto/istimewa
Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar workshop pengelolaan jurnal ilmiah untuk memperkuat mutu publikasi akademik, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM ini menghadirkan pakar pengelolaan jurnal ilmiah, Dr. Muhammad Arham.
Arham memiliki pengalaman sebagai Managing Editor ELT Worldwide dan Tamaddun, Co-Editor-in-Chief RIAL-EJ, serta anggota tim editorial GLENS dan IJOLE.
Workshop tersebut dihadiri Ketua Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM, Dr. La Sunra, Sekretaris Jurusan Dr. Munir, serta sejumlah dosen di lingkungan jurusan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam mengelola jurnal secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Arham membahas berbagai aspek pengelolaan jurnal, mulai dari konfigurasi sistem penerbitan daring melalui Open Journal Systems (OJS), tata kelola editorial, hingga pemenuhan standar mutu untuk mendukung akreditasi jurnal.
Ia menekankan pentingnya pengaturan sistem jurnal yang tepat, termasuk kejelasan identitas dan kebijakan publikasi, panduan penulis, pengaturan akses, serta pembagian peran dalam tim editorial. Penggunaan platform penerbitan daring, menurutnya, perlu diikuti sistem pengelolaan yang jelas agar setiap tahapan penerbitan berjalan tertib dan konsisten.
Pembahasan juga mencakup proses editorial, seperti pemeriksaan awal naskah, penelaahan oleh mitra bestari (peer review), pemeriksaan kemiripan naskah, penyuntingan, dan pemeriksaan konsistensi format artikel. Kesesuaian naskah dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, kualitas telaah substantif, serta kejelasan pedoman penulisan menjadi aspek penting dalam proses tersebut.
Selain tata kelola editorial, workshop membahas indikator kualitas artikel ilmiah, antara lain orisinalitas dan kebaruan penelitian, kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, kemutakhiran referensi, kedalaman analisis, serta ketepatan penarikan kesimpulan. Kelengkapan metadata, konsistensi gaya penulisan, penggunaan aplikasi pengelola referensi, dan kepatuhan terhadap pedoman jurnal juga menjadi perhatian.
Arham memiliki pengalaman sebagai Managing Editor ELT Worldwide dan Tamaddun, Co-Editor-in-Chief RIAL-EJ, serta anggota tim editorial GLENS dan IJOLE.
Workshop tersebut dihadiri Ketua Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM, Dr. La Sunra, Sekretaris Jurusan Dr. Munir, serta sejumlah dosen di lingkungan jurusan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam mengelola jurnal secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Arham membahas berbagai aspek pengelolaan jurnal, mulai dari konfigurasi sistem penerbitan daring melalui Open Journal Systems (OJS), tata kelola editorial, hingga pemenuhan standar mutu untuk mendukung akreditasi jurnal.
Ia menekankan pentingnya pengaturan sistem jurnal yang tepat, termasuk kejelasan identitas dan kebijakan publikasi, panduan penulis, pengaturan akses, serta pembagian peran dalam tim editorial. Penggunaan platform penerbitan daring, menurutnya, perlu diikuti sistem pengelolaan yang jelas agar setiap tahapan penerbitan berjalan tertib dan konsisten.
Pembahasan juga mencakup proses editorial, seperti pemeriksaan awal naskah, penelaahan oleh mitra bestari (peer review), pemeriksaan kemiripan naskah, penyuntingan, dan pemeriksaan konsistensi format artikel. Kesesuaian naskah dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, kualitas telaah substantif, serta kejelasan pedoman penulisan menjadi aspek penting dalam proses tersebut.
Selain tata kelola editorial, workshop membahas indikator kualitas artikel ilmiah, antara lain orisinalitas dan kebaruan penelitian, kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, kemutakhiran referensi, kedalaman analisis, serta ketepatan penarikan kesimpulan. Kelengkapan metadata, konsistensi gaya penulisan, penggunaan aplikasi pengelola referensi, dan kepatuhan terhadap pedoman jurnal juga menjadi perhatian.