PDAM Makassar dan KIMA Bahas Pasokan Air Industri
Tim SINDOmakassar
Senin, 19 Oktober 2026 - 20:38 WIB
Jajaran PDAM Makassar bersama pimpinan KIMA, Senin pagi. Foto: Istimewa
Perumda Air Minum Kota Makassar dan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) berkoordinasi membahas kebutuhan air bersih bagi sejumlah pabrik di kawasan industri KIMA, menyusul kondisi musim kemarau.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi jajaran direksi PT KIMA dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, di Kantor Perumda Air Minum Makassar, Jalan Dr Ratulangi Nomor 3, Senin (19/10/2026).
Rombongan PT KIMA dipimpin Plt Direktur Utama R.B Alexander Chandra Irawan, didampingi Komisaris Sugianto Wahid dan Kepala Divisi Pemasaran Suryadi.
Andi Syahrum mengatakan, koordinasi diperlukan untuk mengetahui kebutuhan air bersih di kawasan industri sekaligus memahami kondisi pasokan yang dihadapi perusahaan di lapangan.
“Jadi tentu perlu ada koordinasi untuk mengetahui bagaimana kebutuhan air di sana dan kondisi yang dihadapi di lapangan,” ujar Syahrum.
Menurutnya, komunikasi dengan pengelola kawasan industri menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan pelanggan, terutama ketika musim kemarau berpengaruh terhadap ketersediaan air.
Ia mengatakan, masukan dari PT KIMA diperlukan untuk memetakan kebutuhan masing-masing perusahaan dan membahas langkah yang memungkinkan dilakukan sesuai kondisi teknis serta kemampuan pelayanan yang tersedia.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi jajaran direksi PT KIMA dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, di Kantor Perumda Air Minum Makassar, Jalan Dr Ratulangi Nomor 3, Senin (19/10/2026).
Rombongan PT KIMA dipimpin Plt Direktur Utama R.B Alexander Chandra Irawan, didampingi Komisaris Sugianto Wahid dan Kepala Divisi Pemasaran Suryadi.
Andi Syahrum mengatakan, koordinasi diperlukan untuk mengetahui kebutuhan air bersih di kawasan industri sekaligus memahami kondisi pasokan yang dihadapi perusahaan di lapangan.
“Jadi tentu perlu ada koordinasi untuk mengetahui bagaimana kebutuhan air di sana dan kondisi yang dihadapi di lapangan,” ujar Syahrum.
Menurutnya, komunikasi dengan pengelola kawasan industri menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan pelanggan, terutama ketika musim kemarau berpengaruh terhadap ketersediaan air.
Ia mengatakan, masukan dari PT KIMA diperlukan untuk memetakan kebutuhan masing-masing perusahaan dan membahas langkah yang memungkinkan dilakukan sesuai kondisi teknis serta kemampuan pelayanan yang tersedia.