Asmo Sulsel Bekali Siswa SMKN 2 Pangkep dengan Pengetahuan Safety Riding
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 12 Desember 2025 - 13:10 WIB
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali memperkuat kampanye keselamatan berkendara melalui edukasi safety riding kepada siswa-siswi SMKN 2 Pangkep. Foto/IST
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali memperkuat kampanye keselamatan berkendara melalui edukasi safety riding kepada siswa-siswi SMKN 2 Pangkep. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, dengan lebih dari 50 peserta yang mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh Wanny, instruktur safety riding Asmo Sulsel.
Para siswa, sebagai generasi muda yang kelak akan banyak beraktivitas di jalan raya, mendapatkan pemahaman mendalam tentang cara berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Selain mempelajari teori, peserta juga diajak untuk menyadari kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering diabaikan, padahal sangat mempengaruhi keselamatan.
Dalam materinya, Wanny menjelaskan bahwa salah satu penyebab terbesar kecelakaan adalah kurangnya fokus pengendara. Rasa kantuk, kelelahan, dan terburu-buru seringkali mengabaikan langkah-langkah penting sebelum berkendara. Oleh karena itu, Wanny menegaskan pentingnya memperhatikan kondisi tubuh sebelum memutar kunci motor.
“Banyak orang berpikir bahwa teknik berkendara adalah segalanya. Padahal, kondisi tubuh dan fokus seorang pengendara adalah fondasi paling penting. Motor secanggih apa pun tidak akan bisa melindungi bila pengendaranya tidak berada dalam kondisi ideal,” ujarnya.
Wanny juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya perlengkapan berkendara. Helm, sarung tangan, sepatu tertutup, jaket, dan celana panjang bukan hanya aksesoris, tetapi bagian dari sistem perlindungan yang dapat mengurangi risiko cedera fatal saat kecelakaan. Kesadaran akan penggunaan perlengkapan lengkap diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik sejak dini.
“Perlengkapan berkendara mungkin terlihat sederhana, tetapi fungsinya sangat besar. Kebiasaan memakai helm berstandar atau memastikan sepatu yang digunakan menutup kaki dengan baik, itu bisa jadi pembeda antara cedera ringan dan cedera serius di jalan,” tambah Wanny.
Para siswa, sebagai generasi muda yang kelak akan banyak beraktivitas di jalan raya, mendapatkan pemahaman mendalam tentang cara berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Selain mempelajari teori, peserta juga diajak untuk menyadari kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering diabaikan, padahal sangat mempengaruhi keselamatan.
Dalam materinya, Wanny menjelaskan bahwa salah satu penyebab terbesar kecelakaan adalah kurangnya fokus pengendara. Rasa kantuk, kelelahan, dan terburu-buru seringkali mengabaikan langkah-langkah penting sebelum berkendara. Oleh karena itu, Wanny menegaskan pentingnya memperhatikan kondisi tubuh sebelum memutar kunci motor.
“Banyak orang berpikir bahwa teknik berkendara adalah segalanya. Padahal, kondisi tubuh dan fokus seorang pengendara adalah fondasi paling penting. Motor secanggih apa pun tidak akan bisa melindungi bila pengendaranya tidak berada dalam kondisi ideal,” ujarnya.
Wanny juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya perlengkapan berkendara. Helm, sarung tangan, sepatu tertutup, jaket, dan celana panjang bukan hanya aksesoris, tetapi bagian dari sistem perlindungan yang dapat mengurangi risiko cedera fatal saat kecelakaan. Kesadaran akan penggunaan perlengkapan lengkap diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik sejak dini.
“Perlengkapan berkendara mungkin terlihat sederhana, tetapi fungsinya sangat besar. Kebiasaan memakai helm berstandar atau memastikan sepatu yang digunakan menutup kaki dengan baik, itu bisa jadi pembeda antara cedera ringan dan cedera serius di jalan,” tambah Wanny.