Pemilihan Rektor Unhas, Panitia Siapkan Opsi Aklamasi dan Pemungutan Suara
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 13 Januari 2026 - 22:42 WIB
Suasana Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin di Kampus Tamalanrea, Kota Makassar. Foto: Dok. SINDO Makassar.
Persiapan Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unhas periode 2026-2030 hampir rampung. Panitia memastikan seluruh kebutuhan teknis demi kelancaran acara telah siap seratus persen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman. Ia menyampaikan pihak PPR telah melakukan peninjauan terhadap sarana pendukung.
Kata dia, pemeriksaan tersebut meliputi ruang transit, area konsumsi, administrasi persuratan, dan kesiapan teknis operasional.
"Khusus untuk ruang Rapat, didesain untuk peruntukan Rapat Terbuka dan Rapat Tertutup. Pada Rapat Terbuka akan diisi oleh Penyampaian Visi Misi oleh masing-masing calon Rektor selama 5 menit per orang, dilanjutkan dengan pendalaman/tanya jawab dari anggota MWA," ujarnya
Ishaq menambahkan, agenda akan dilanjutkan dengan rapat tertutup guna membahas pemilihan rektor. Kata dia, apabila kesepakatan dicapai secara aklamasi, rapat akan kembali dibuka untuk umum, dilanjutkan dengan pengumuman Rektor Terpilih oleh Ketua MWA.
"Jika aklamasi tidak tercapai, maka Rapat akan dilanjutkan dengan pemungutan suara atau voting. Menurut rencana, proses voting akan berlangsung tertutup. Sementara untuk penghitungan suara, masih akan dibahas oleh anggota MWA, apakah akan berlangsung tertutup atau terbuka," jelasnya dalam pernyataan resminya.
Menjelang rapat besok, Ishaq mengatakan bhawa PPR memastikan kesiapan terhadap segala opsi keputusan MWA.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman. Ia menyampaikan pihak PPR telah melakukan peninjauan terhadap sarana pendukung.
Kata dia, pemeriksaan tersebut meliputi ruang transit, area konsumsi, administrasi persuratan, dan kesiapan teknis operasional.
"Khusus untuk ruang Rapat, didesain untuk peruntukan Rapat Terbuka dan Rapat Tertutup. Pada Rapat Terbuka akan diisi oleh Penyampaian Visi Misi oleh masing-masing calon Rektor selama 5 menit per orang, dilanjutkan dengan pendalaman/tanya jawab dari anggota MWA," ujarnya
Ishaq menambahkan, agenda akan dilanjutkan dengan rapat tertutup guna membahas pemilihan rektor. Kata dia, apabila kesepakatan dicapai secara aklamasi, rapat akan kembali dibuka untuk umum, dilanjutkan dengan pengumuman Rektor Terpilih oleh Ketua MWA.
"Jika aklamasi tidak tercapai, maka Rapat akan dilanjutkan dengan pemungutan suara atau voting. Menurut rencana, proses voting akan berlangsung tertutup. Sementara untuk penghitungan suara, masih akan dibahas oleh anggota MWA, apakah akan berlangsung tertutup atau terbuka," jelasnya dalam pernyataan resminya.
Menjelang rapat besok, Ishaq mengatakan bhawa PPR memastikan kesiapan terhadap segala opsi keputusan MWA.