Evakuasi Terkendala Cuaca, Tim SAR Dirikan Tenda di Lokasi Jenazah Korban ATR 42-500
Najmi S Limonu
Minggu, 18 Januari 2026 - 21:54 WIB
Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan memberikan keterangan kepada awak media. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Tim SAR gabungan belum berhasil mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hingga Minggu sore (18/1/2026) di lereng Gunung Bulusaraung.
Upaya evakuasi terkendala cuaca buruk. Hujan lebat disertai kabut tebal masih menyelimuti area operasi, sehingga membahayakan keselamatan personel di lapangan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR telah beberapa kali mencoba mengangkat jenazah, namun kondisi cuaca dan medan belum memungkinkan.
Akibatnya, sebanyak 10 personel tim SAR memutuskan untuk bertahan dan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan jenazah.
"Saat ini belum bisa mengangkat korban. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, sudah beberapa kali dicoba untuk mengangkat, tapi belum berhasil," kata Andi Sultan, Minggu malam (18/1/2026).
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi di lokasi pencarian dan berisiko terhadap keselamatan personel SAR.
Untuk rencana selanjutnya, kata dia, evakuasi akan kembali diupayakan pada Senin dengan menggunakan helikopter, jika kondisi cuaca memungkinkan. Helikopter direncanakan mendarat di kawasan puncak Gunung Bulusaraung.
Upaya evakuasi terkendala cuaca buruk. Hujan lebat disertai kabut tebal masih menyelimuti area operasi, sehingga membahayakan keselamatan personel di lapangan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR telah beberapa kali mencoba mengangkat jenazah, namun kondisi cuaca dan medan belum memungkinkan.
Akibatnya, sebanyak 10 personel tim SAR memutuskan untuk bertahan dan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan jenazah.
"Saat ini belum bisa mengangkat korban. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, sudah beberapa kali dicoba untuk mengangkat, tapi belum berhasil," kata Andi Sultan, Minggu malam (18/1/2026).
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi di lokasi pencarian dan berisiko terhadap keselamatan personel SAR.
Untuk rencana selanjutnya, kata dia, evakuasi akan kembali diupayakan pada Senin dengan menggunakan helikopter, jika kondisi cuaca memungkinkan. Helikopter direncanakan mendarat di kawasan puncak Gunung Bulusaraung.