Pelayanan Medis FK UMI Dukung Operasi Pencarian Pesawat Jatuh
Tim SINDOmakassar
Senin, 19 Januari 2026 - 19:08 WIB
Tim Bantuan Medis FK UMI memberikan pelayanan kesehatan kepada tim gabungan yang melakukan operasi SAR atas insiden pesawat jatuh di Gunung Bulu Saraung. Foto/Istimewa
Tim Bantuan Medis 110 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) melaksanakan pelayanan kesehatan di salah satu posko wilayah Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, pada Ahad (18/1/2025). Pelayanan berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.
Wilayah Tompo Bulu saat ini dipadati sekitar 70 tim gabungan yang terdiri atas Polri, TNI, Basarnas, dan unsur terkait lainnya. Berdasarkan laporan terakhir, titik jatuh pesawat berada sekitar 700 meter dari puncak Gunung Bulu Saraung. Pencarian terakhir dilakukan pada sore hari menjelang malam. Tim rescue gabungan kemudian kembali ke posko sekitar pukul 20.00 WITA.
Dalam proses pencarian tersebut, tim menemukan serpihan pesawat. Salah satu korban juga ditemukan di sekitar badan pesawat. Namun, karena keterbatasan akses dan kondisi medan, korban belum berhasil dievakuasi pada hari itu dan pencarian akan dilanjutkan esok hari.
Tim Bantuan Medis FK UMI memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan umum serta penanganan berbagai keluhan, seperti luka ringan, sakit kepala, nyeri badan, dan rasa lemas pada seluruh tubuh. Sebagian besar pasien merupakan anggota tim rescue yang mengalami luka gores akibat terjatuh maupun terkena tumbuhan tajam selama proses pencarian.
Total sebanyak 65 pasien dari tim gabungan berhasil mendapatkan pelayanan kesehatan. Pasien terdiri atas tim yang telah melakukan evakuasi di lapangan, tim yang akan melanjutkan evakuasi keesokan hari, serta personel yang berada di posko. Selain pelayanan medis, tim juga menyalurkan BHP (barang habis pakai) kepada satuan TNI di posko utama.
Salah satu kasus khusus yang ditangani adalah seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun dengan luka gores cukup lebar pada lutut kanan. Luka tersebut terjadi akibat terjatuh dari tebing saat badai dan kabut tebal menyelimuti lokasi pencarian, sehingga jarak pandang sangat terbatas dan medan menjadi sulit dilalui.
Berdasarkan diskusi dan koordinasi dengan Dokter Lapangan, dr. Masdipa, tim segera melakukan penanganan luka, dimulai dari pembersihan luka, pemberian povidon iodine, kemudian menutupnya menggunakan kasa steril.
Wilayah Tompo Bulu saat ini dipadati sekitar 70 tim gabungan yang terdiri atas Polri, TNI, Basarnas, dan unsur terkait lainnya. Berdasarkan laporan terakhir, titik jatuh pesawat berada sekitar 700 meter dari puncak Gunung Bulu Saraung. Pencarian terakhir dilakukan pada sore hari menjelang malam. Tim rescue gabungan kemudian kembali ke posko sekitar pukul 20.00 WITA.
Dalam proses pencarian tersebut, tim menemukan serpihan pesawat. Salah satu korban juga ditemukan di sekitar badan pesawat. Namun, karena keterbatasan akses dan kondisi medan, korban belum berhasil dievakuasi pada hari itu dan pencarian akan dilanjutkan esok hari.
Tim Bantuan Medis FK UMI memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan umum serta penanganan berbagai keluhan, seperti luka ringan, sakit kepala, nyeri badan, dan rasa lemas pada seluruh tubuh. Sebagian besar pasien merupakan anggota tim rescue yang mengalami luka gores akibat terjatuh maupun terkena tumbuhan tajam selama proses pencarian.
Total sebanyak 65 pasien dari tim gabungan berhasil mendapatkan pelayanan kesehatan. Pasien terdiri atas tim yang telah melakukan evakuasi di lapangan, tim yang akan melanjutkan evakuasi keesokan hari, serta personel yang berada di posko. Selain pelayanan medis, tim juga menyalurkan BHP (barang habis pakai) kepada satuan TNI di posko utama.
Salah satu kasus khusus yang ditangani adalah seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun dengan luka gores cukup lebar pada lutut kanan. Luka tersebut terjadi akibat terjatuh dari tebing saat badai dan kabut tebal menyelimuti lokasi pencarian, sehingga jarak pandang sangat terbatas dan medan menjadi sulit dilalui.
Berdasarkan diskusi dan koordinasi dengan Dokter Lapangan, dr. Masdipa, tim segera melakukan penanganan luka, dimulai dari pembersihan luka, pemberian povidon iodine, kemudian menutupnya menggunakan kasa steril.